Packing dan Packing
Friday, September 03, 2004
Ada yang berdebar kencang di dada ini. Ada kecemasan yang menggantung di pikiran ini.
Bagaimana saya tidak cemas kalau saya harus meninggalkan anak-anak dan suami dalam waktu yang relatif lama? Danial baru saja memulai sekolahnya. Dan sudah seharusnya saya mendampingi masa-masa awal sekolahnya.Tetapi Tante Sita, Tante Rofah, Tante Andayani, tante liana, serta papa dan mama Izza siap membantu kalau ada apa-apa. Yasa baru saja memulai awal kelas tiga nya yang tentu saja akan banyak hal-hal baru yang harus di selesaikan. Untuk urusan-urusan administrasi seperti ini, biasanya ayahnya tidak cukup telaten. Dan berarti saya harus menyelesaikannya sebelum keberangkatan saya.
Pakaian-pakaian anak-anak yang nyaris harus diganti setiap musim dan tahunnya karena tubuh anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sampai saat ini saya sudah melengkapi pakaian Falls dan sepatu-sepatu boots yang di gunakan untuk winter tetapi saya belum sempat membeli jaket dan snow pants bagi mereka. Tetapi mama nadya Siap untuk membantu kalau sudah tiba saatnya untuk memilihkannya.
Sementara kebutuhan-kebutuhan di Indonesia juga harus di siapkan. Saya tidak mempunyai baju banyak. Saya pikir dua atau tiga pasang baju resmi sudah cukup. Yang lainnya baju-baju rumahan saja. Saya belum mempunyai sepatu dan tas formal. Akan tidak lucu kalau pergi ke institusi2 formal dengan mengenakan baju resmi tetapi bersepatukan running shoes dan memakai tas ransel kan?. Tape recorder sudah saya beli sejak beberapa bulan yang lalu tetapi kaset-kaset kecilnya sampai detik ini belum saya beli juga. Kamera sudah ada. Tetapi cop- cop an ala Indonesia untuk me recharge baterenya entah dimana. Kalau hari ini tidak ketemu juga, berarti saya harus membelinya lagi sebab kalau tidak ada cop2 an ini saya akan kesulitan me recharge batere kamera.
Dana Riset belum turun juga. Orang Project lupa mengurusnya. Padahal saya sudah membuat proposalnya sejak 3 minggu yang lalu. Dan mereka terbelalak ketika saya menanyakannya kemarin. Rupanya mereka benar-benar lupa. Apa mau di kata.Kalau sampai hari jumat ini checknya belum ada berarti saya harus membobol dana keluarga untuk sementara.
Saat keberangkatan saya yang jam 6 pagi itu juga agak memusingkan. Pesawat akan terbang jam 6 pagi berarti saya harus sudah berangkat ke air port jam 3 pagi. Saya bisa saja berangkat sendiri. Tetapi suami menjadi sangat khawatir. Tante Rofah katanya siap menginap di rumah untuk menjaga anak-anak sementara ayah mengantar saya ke bandara sekaligus menjemput tante Fida yang akan datang pada jam 8 pagi saat itu juga.
Hotel di jepang juga sudah confirm. penelitian di jakarta dan Bandung sudah confirm. mbak Rieke dan Tw, maksih ya? Tinggal menghubungi beberapa kerabat dan kenalan yang berada di kota-kota itu agar kita sekedar berkangen-kangenan. Tentang keberangkatan saya ke Indonesia ini, nampaknya teman-teman blog saya lebih tahu daripada teman dan kerabat di darat. Mereka hanya tahu saya akan berada di Indonesia tetapi entah kapan.
Rute semntara yang ada di benak saya adalah; Montreal - Tokyo, Jakarta -Bandung - Surabaya - Makassar - Surabaya -Jombang - Yogyakarta - Pekalongan - Jakarta -Montreal. Pekalongan memang sengaja saya jadikan kota terakhir karena saya ingin lebih lama di sana. melepas kangen dengan keluarga setelah semua urusan selesai.
Abah saya sudah wanti wanti untuk mampir di beberapa rumah kerabat. akan saya hubungi mereka apabila saya sudah sampai di kota-kota mereka.
Tolong doakan saya dan keluarga saya. karena saya sangat percaya terhadap kekuatan doa. Tolong ingat kan saya apa yang harus saya bawa karena saya sangat pelupa. Ah kaca mata saya di mana ya?
PS : Kalau Coments di blog saya ini menjadi zero, bukan saya yang menghapusnya. coba klik saja, niscaya komen-komen anada masih tetap ada. saya juga tidak tahu sebabnya kenapa komen-komen di blog ini bisa merubah menjadi kosong belaka.
Bagaimana saya tidak cemas kalau saya harus meninggalkan anak-anak dan suami dalam waktu yang relatif lama? Danial baru saja memulai sekolahnya. Dan sudah seharusnya saya mendampingi masa-masa awal sekolahnya.Tetapi Tante Sita, Tante Rofah, Tante Andayani, tante liana, serta papa dan mama Izza siap membantu kalau ada apa-apa. Yasa baru saja memulai awal kelas tiga nya yang tentu saja akan banyak hal-hal baru yang harus di selesaikan. Untuk urusan-urusan administrasi seperti ini, biasanya ayahnya tidak cukup telaten. Dan berarti saya harus menyelesaikannya sebelum keberangkatan saya.
Pakaian-pakaian anak-anak yang nyaris harus diganti setiap musim dan tahunnya karena tubuh anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. Sampai saat ini saya sudah melengkapi pakaian Falls dan sepatu-sepatu boots yang di gunakan untuk winter tetapi saya belum sempat membeli jaket dan snow pants bagi mereka. Tetapi mama nadya Siap untuk membantu kalau sudah tiba saatnya untuk memilihkannya.
Sementara kebutuhan-kebutuhan di Indonesia juga harus di siapkan. Saya tidak mempunyai baju banyak. Saya pikir dua atau tiga pasang baju resmi sudah cukup. Yang lainnya baju-baju rumahan saja. Saya belum mempunyai sepatu dan tas formal. Akan tidak lucu kalau pergi ke institusi2 formal dengan mengenakan baju resmi tetapi bersepatukan running shoes dan memakai tas ransel kan?. Tape recorder sudah saya beli sejak beberapa bulan yang lalu tetapi kaset-kaset kecilnya sampai detik ini belum saya beli juga. Kamera sudah ada. Tetapi cop- cop an ala Indonesia untuk me recharge baterenya entah dimana. Kalau hari ini tidak ketemu juga, berarti saya harus membelinya lagi sebab kalau tidak ada cop2 an ini saya akan kesulitan me recharge batere kamera.
Dana Riset belum turun juga. Orang Project lupa mengurusnya. Padahal saya sudah membuat proposalnya sejak 3 minggu yang lalu. Dan mereka terbelalak ketika saya menanyakannya kemarin. Rupanya mereka benar-benar lupa. Apa mau di kata.Kalau sampai hari jumat ini checknya belum ada berarti saya harus membobol dana keluarga untuk sementara.
Saat keberangkatan saya yang jam 6 pagi itu juga agak memusingkan. Pesawat akan terbang jam 6 pagi berarti saya harus sudah berangkat ke air port jam 3 pagi. Saya bisa saja berangkat sendiri. Tetapi suami menjadi sangat khawatir. Tante Rofah katanya siap menginap di rumah untuk menjaga anak-anak sementara ayah mengantar saya ke bandara sekaligus menjemput tante Fida yang akan datang pada jam 8 pagi saat itu juga.
Hotel di jepang juga sudah confirm. penelitian di jakarta dan Bandung sudah confirm. mbak Rieke dan Tw, maksih ya? Tinggal menghubungi beberapa kerabat dan kenalan yang berada di kota-kota itu agar kita sekedar berkangen-kangenan. Tentang keberangkatan saya ke Indonesia ini, nampaknya teman-teman blog saya lebih tahu daripada teman dan kerabat di darat. Mereka hanya tahu saya akan berada di Indonesia tetapi entah kapan.
Rute semntara yang ada di benak saya adalah; Montreal - Tokyo, Jakarta -Bandung - Surabaya - Makassar - Surabaya -Jombang - Yogyakarta - Pekalongan - Jakarta -Montreal. Pekalongan memang sengaja saya jadikan kota terakhir karena saya ingin lebih lama di sana. melepas kangen dengan keluarga setelah semua urusan selesai.
Abah saya sudah wanti wanti untuk mampir di beberapa rumah kerabat. akan saya hubungi mereka apabila saya sudah sampai di kota-kota mereka.
Tolong doakan saya dan keluarga saya. karena saya sangat percaya terhadap kekuatan doa. Tolong ingat kan saya apa yang harus saya bawa karena saya sangat pelupa. Ah kaca mata saya di mana ya?
PS : Kalau Coments di blog saya ini menjadi zero, bukan saya yang menghapusnya. coba klik saja, niscaya komen-komen anada masih tetap ada. saya juga tidak tahu sebabnya kenapa komen-komen di blog ini bisa merubah menjadi kosong belaka.
© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.










