Cyber Life
Friday, August 27, 2004
Kepribadian seseorang di internet bisa jadi dapat dilihat dari cara dia berinteraksi dengan orang lain di dunia cyber lewat tulisan-tulisan dia di blog, cara dia berdialog di chatting room, cara dia berkomentar terhadap tulisan-tulisan orang lain dan cara dia menyapa di shoutbox.
Tetapi cara berinteraksi yang demikianpun belum tentu menggambarkan kepribadian asli para netter. Karena tak jarang di kehidupan maya ini, ada orang-orang tertentu yang menciptakan karakter tersendiri yang tidak sesuai dengan bentuk asli mereka . Lelaki mengaku perempuan, perempuan mengaku lelaki, emak-emak mengaku perawan, perawan mengaku emak-emak, om om mengaku berusia belasan, wajah biasa biasa saja mengaku serupawan dian sastro dan Delon, biasa naik bemo mengaku naik limo. Dan ini terkadang memancing gosip-gosip berkepanjangan.
Menurut saya, kalau kita sudah terjun ke dunia maya, di lihat namanya yang "maya" saja kita sudah harus siap mental untuk menghadapi orang-orang seperti itu. setiap orang berhak menciptakan karakternya masing-masing. Ibarat menulis sebuah cerpen, si pengarang berhak menentukan nasib karakter yang di buatnya. demikian juga kehidupan di internet, sepanjang hal itu tidak merugikan orang lain. Tetapi kalau sudah merugikan orang lain, tentu sudah menjadi lain masalahnya.
nah, untuk menjembatani antara kehidupan maya dan nyata, acara2 semacam kopi darat banyak diadakan. Kopdaran saya yang pertama akan terjadi di bandara Soekarno hatta dengan mbak rieke, yang konon kabarnya seksi dan cantik serta jelita dan tw, yang konon kabarnya lemah lembut manja kemudian menginap di rumah mbak Rieke. Dan Tanggal 11 September 2004 nanti jam 12 siang bertempat di SCBD atau Kawasan Niaga Sudirman atau tepatnya di Kafe Tenda Semanggi jakarta saya akan menjalani kopi darat akbar saya dengan teman-teman Forum Blogger Family tercinta.
Masalah tempat masih bisa berubah. yang jelas TW akan mengkoordinir. Dan simak saja perkembangannya di Forum Blogger Family , Di Ruang PERISTIWA DI DARAT atau bisikin Tw di YM dengan Id temanbaik54
Di situlah nanti segala keberadaan saya akan terdeteksi. Benarkah saya seorang emak-emak ? ataukah seorang gadis secantik Uma thurman dan seseksi Britney serta kaya raya yang mengaku emak-emak? hihi.
*Updated*
Atas usulan banyak pihak dan dengan pertimbangan agar suasan kopi darat ini lebih terasa suasana kekeluargaannya, maka atas budi mbak Rieke, lokasi kopi darat akbar akan bertembat di Rumah mbak Rieke di daerah Rempoa, Ciputat Jakarta Selatan. Info lokasi beserta peta dan jalur2 kendaraan umum bisa didapatkan di Forum Blogger Family , Di Ruang PERISTIWA DI DARAT.
Diharapkan para hadirin membawa makanan kebanggaan masing-masing alias potluck.
satu lagi, Blogger family Blog Template Competition 2004 kan segera berakhir pada tgl 8 september 2004. Lomba template yang berhadiah hostingan dari Samaratech , ini dapat anda simak di BF portal .
Tetapi cara berinteraksi yang demikianpun belum tentu menggambarkan kepribadian asli para netter. Karena tak jarang di kehidupan maya ini, ada orang-orang tertentu yang menciptakan karakter tersendiri yang tidak sesuai dengan bentuk asli mereka . Lelaki mengaku perempuan, perempuan mengaku lelaki, emak-emak mengaku perawan, perawan mengaku emak-emak, om om mengaku berusia belasan, wajah biasa biasa saja mengaku serupawan dian sastro dan Delon, biasa naik bemo mengaku naik limo. Dan ini terkadang memancing gosip-gosip berkepanjangan.
Menurut saya, kalau kita sudah terjun ke dunia maya, di lihat namanya yang "maya" saja kita sudah harus siap mental untuk menghadapi orang-orang seperti itu. setiap orang berhak menciptakan karakternya masing-masing. Ibarat menulis sebuah cerpen, si pengarang berhak menentukan nasib karakter yang di buatnya. demikian juga kehidupan di internet, sepanjang hal itu tidak merugikan orang lain. Tetapi kalau sudah merugikan orang lain, tentu sudah menjadi lain masalahnya.
nah, untuk menjembatani antara kehidupan maya dan nyata, acara2 semacam kopi darat banyak diadakan. Kopdaran saya yang pertama akan terjadi di bandara Soekarno hatta dengan mbak rieke, yang konon kabarnya seksi dan cantik serta jelita dan tw, yang konon kabarnya lemah lembut manja kemudian menginap di rumah mbak Rieke. Dan Tanggal 11 September 2004 nanti jam 12 siang bertempat di SCBD atau Kawasan Niaga Sudirman atau tepatnya di Kafe Tenda Semanggi jakarta saya akan menjalani kopi darat akbar saya dengan teman-teman Forum Blogger Family tercinta.
Masalah tempat masih bisa berubah. yang jelas TW akan mengkoordinir. Dan simak saja perkembangannya di Forum Blogger Family , Di Ruang PERISTIWA DI DARAT atau bisikin Tw di YM dengan Id temanbaik54
Di situlah nanti segala keberadaan saya akan terdeteksi. Benarkah saya seorang emak-emak ? ataukah seorang gadis secantik Uma thurman dan seseksi Britney serta kaya raya yang mengaku emak-emak? hihi.
*Updated*
Atas usulan banyak pihak dan dengan pertimbangan agar suasan kopi darat ini lebih terasa suasana kekeluargaannya, maka atas budi mbak Rieke, lokasi kopi darat akbar akan bertembat di Rumah mbak Rieke di daerah Rempoa, Ciputat Jakarta Selatan. Info lokasi beserta peta dan jalur2 kendaraan umum bisa didapatkan di Forum Blogger Family , Di Ruang PERISTIWA DI DARAT.
Diharapkan para hadirin membawa makanan kebanggaan masing-masing alias potluck.
satu lagi, Blogger family Blog Template Competition 2004 kan segera berakhir pada tgl 8 september 2004. Lomba template yang berhadiah hostingan dari Samaratech , ini dapat anda simak di BF portal .
Tidak Suka? Kembalikan saja!
Monday, August 23, 2004
Pelayanan terhadap pelanggan memang sangat di utamakan di negara-negara barat. Di Montreal ini misalnya, hampir setiap toko membolehkan pembelinya mengembalikan barang yang sudah di belinya dalam jangka waktu tertentu apabila pembeli tidak suka atau tidak puas dengan barang yang di belinya.
Saya sendiri baru dua kali mengembalikan barang yang saya beli dengan alasan yang tidak mengada-ngada, paling tidak menurut saya; karena barang yang saya beli ternyata tidak compatible dengan sistem komputer yang ada di rumah dan yang satunya lagi karena setelah saya pikir-pikir ternyata barang yang saya beli terlalu 'mahal' dan mewah untuk ukuran mahasiswa seperti saya. dan saya mengembalikannya dalam jangka waktu tidak lebih dua hari setelah pembelian.
Ternyata sistem ini banyak yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang suka mencoba-coba barang. Ketika saya mengembalikan barang yang saya beli tsb, seorang lelaki bule yang antri di depan saya, mengembalikan kamera digital yang sudah di belinya 29 hari yang lalu dengan keadaan "missing box". dan Petugas setelah mengecek keutuhan kamera tersebut, tanpa ba bi bu mengembalikan uangnya dengan di potong $3 saja karena missing box tadi. Padahal kalau memang tidak suka, bukankah sudah seharusnya mengembalikan kamera tsb sesegera mungkin? bukan malah dengan mengulur waktu sampai hari ke 29 sedangkan batas waktu pengembalian adalah 30 hari dari tanggal pembelian.
Seorang teman suami saya (bukan orang Indonesia lho) mengembalikan BBQ set pas saat musim BBQ atawa Summer mulai pergi dengan mendapatkan refund lengkap padahal kondisi BBQ set nya sudah gosong-gosong.
Seorang teman saya yang kebetulan terkenal don juan, tinggal di LOs Angeles rajin berganti-ganti baju mahal. Ternyata, menurut cerita dia, ketika dia akan bepergian, dia akan mampir ke sebuah toko, memilih baju mahal, membayar dengan kartu Kredit dan melengganglah dia dengan memakai baju tsb. begitu acara usai, keesokan harinya, dia akan mengembalikan baju tsb dengan alasan tidak cocok.
Karena keterbatasan dana, saya bukan seorang yang bisa belanja dengan leluasa. Jadi saya tidak tahu apakah sistem seperti ini sudah ada yang menerapkan di Indonesia? kalau belum, kira-kira kalau sistem ini di terapkan di Indonesia, apa yang akan terjadi ya?
*di ilhami dari kepemilikan sebuah PDA yang berumur 2 hari hihi
Saya sendiri baru dua kali mengembalikan barang yang saya beli dengan alasan yang tidak mengada-ngada, paling tidak menurut saya; karena barang yang saya beli ternyata tidak compatible dengan sistem komputer yang ada di rumah dan yang satunya lagi karena setelah saya pikir-pikir ternyata barang yang saya beli terlalu 'mahal' dan mewah untuk ukuran mahasiswa seperti saya. dan saya mengembalikannya dalam jangka waktu tidak lebih dua hari setelah pembelian.
Ternyata sistem ini banyak yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang suka mencoba-coba barang. Ketika saya mengembalikan barang yang saya beli tsb, seorang lelaki bule yang antri di depan saya, mengembalikan kamera digital yang sudah di belinya 29 hari yang lalu dengan keadaan "missing box". dan Petugas setelah mengecek keutuhan kamera tersebut, tanpa ba bi bu mengembalikan uangnya dengan di potong $3 saja karena missing box tadi. Padahal kalau memang tidak suka, bukankah sudah seharusnya mengembalikan kamera tsb sesegera mungkin? bukan malah dengan mengulur waktu sampai hari ke 29 sedangkan batas waktu pengembalian adalah 30 hari dari tanggal pembelian.
Seorang teman suami saya (bukan orang Indonesia lho) mengembalikan BBQ set pas saat musim BBQ atawa Summer mulai pergi dengan mendapatkan refund lengkap padahal kondisi BBQ set nya sudah gosong-gosong.
Seorang teman saya yang kebetulan terkenal don juan, tinggal di LOs Angeles rajin berganti-ganti baju mahal. Ternyata, menurut cerita dia, ketika dia akan bepergian, dia akan mampir ke sebuah toko, memilih baju mahal, membayar dengan kartu Kredit dan melengganglah dia dengan memakai baju tsb. begitu acara usai, keesokan harinya, dia akan mengembalikan baju tsb dengan alasan tidak cocok.
Karena keterbatasan dana, saya bukan seorang yang bisa belanja dengan leluasa. Jadi saya tidak tahu apakah sistem seperti ini sudah ada yang menerapkan di Indonesia? kalau belum, kira-kira kalau sistem ini di terapkan di Indonesia, apa yang akan terjadi ya?
*di ilhami dari kepemilikan sebuah PDA yang berumur 2 hari hihi
Merdeka!!!!!!
Tuesday, August 17, 2004
Ada puisi menarik yang di tulis oleh Gus Mus alias Kyai Mustofa Bisri yang sangat menyentuh nurani dan memancing senyum penuh arti.
Simak Puisinya. Panjang memang. Tetapi bacalah. Kita semua akan dibawa ke berbagai rekaman peristiwa yang terjadi di negeri ini selama satu tahun terakhir.
Kenapa versi IX? Karena tahun kemarin beliau membuat versi VIII. Dan tahun depan, Insya Alloh akan ada versi X.
Selasa, 17 Agt 2004,
Puisi Kemerdekaan
Rasanya Baru Kemarin (Versi IX)
Rasanya
Baru kemarin
Bung Karno dan Bung Hatta
Atas nama kita menyiarkan dengan seksama
Kemerdekaan kita di hadapan dunia.
Rasanya
Gaung pekik merdeka kita
Masih memantul-mantul tidak hanya
Dari para jurkam PDIP saja.
Rasanya
Baru kemarin.
Padahal sudah lima puluh sembilan tahun lamanya.
Pelaku-pelaku sejarah yang nista dan mulia
Sudah banyak yang tiada. Penerus-penerusnya
Sudah banyak yang berkuasa atau berusaha
Tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
Sudah banyak yang turun tahta
Taruna-taruna sudah banyak yang jadi
Petinggi negeri
Mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi
Sudah banyak yang jadi menteri dan didemonstrasi.
Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad lamanya.
Menteri-menteri yang dulu suka korupsi
Sudah banyak yang meneriakkan reformasi
Rasanya baru kemarin
Rakyat yang selama ini terdaulat
sudah semakin pintar mendaulat
Pemerintah yang tak kunjung merakyat
pun terus dihujat
Rasanya baru kemarin
Padahal sudah lima puluh sembilan tahun lamanya.
Pembangunan jiwa masih tak kunjung tersentuh
Padahal pembangunan badan yang kemarin dibangga-banggakan
sudah mulai runtuh
Kemajuan semu sudah semakin menyeret dan mengurai
pelukan kasih banyak ibu-bapa
dari anak-anak kandung mereka
Krisis sebagaimana kemakmuran duniawi sudah menutup mata
banyak saudara terhadap saudaranya
Daging yang selama ini terus dimanjakan kini sudah mulai kalap mengerikan
Ruh dan jiwa
sudah semakin tak ada harganya
Masyarakat yang kemarin diam-diam menyaksikan
para penguasa berlaku sewenang-wenang
kini sudah pandai menirukan
Tanda-tanda gambar sudah semakin banyak jumlahnya
Semakin bertambah besar pengaruhnya
Mengalahkan bendera merah putih dan lambang garuda
Kepentingan sendiri dan golongan
sudah semakin melecehkan kebersamaan
Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka
Pahlawan-pahlawan idola bangsa
Seperti Pangeran Diponegoro
Imam Bonjol, dan Sisingamangaraja
Sudah dikalahkan oleh Sin Chan, Baja Hitam,
dan Kura-kura Ninja
Banyak orang pandai sudah semakin linglung
Banyak orang bodoh sudah semakin bingung
Banyak orang kaya sudah semakin kekurangan
Banyak orang miskin sudah semakin kecurangan
Rasanya
Baru kemarin
Tokoh-tokoh angkatan empatlima sudah banyak yang koma
Tokoh-tokoh angkatan enamenam sudah banyak yang terbenam
Tokoh-tokoh angkatan selanjutnya sudah banyak yang tak jelas maunya
Rasanya
Baru kemarin
(Hari ini ingin rasanya
Aku bertanya kepada mereka semua
Sudahkah kalian Benar-benar merdeka?)
Rasanya
Baru kemarin
Negeri zamrud katulistiwaku yang manis
Sudah terbakar nyaris habis
Dilalap krisis dan anarkis
Mereka yang kemarin menikmati pembangunan
Sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban
Mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri
Sudah meninggalkan utang dan lari mencari selamat sendiri
Mereka yang kemarin sudah terbiasa mendapat kemudahan
Banyak yang tak rela sendiri kesulitan
Mereka yang kemarin mengecam pelecehan hukum
Kini sudah banyak yang pintar melecehkan hukum
Rasanya baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka.
Mahasiswa-mahasiswa pejaga nurani
Sudah dikaburkan oleh massa demo yang tak murni
Para oportunis pun mulai bertampilan
Berebut menjadi pahlawan
Pensiunan-pensiunan politisi
Sudah bangkit kembali
Partai-partai politik sudah bermunculan
Dalam reinkarnasi
Rasanya baru kemarin
Wakil-wakil rakyat yang kemarin hanya tidur
Kini sudah pandai mengatur dan semakin makmur
Insan-insan pers yang kemarin seperti burung onta
Kini sudah pandai menembakkan kata-kata
Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lima puluh sembilan tahun kita
Merdeka.
Para jenderal dan pejabat sudah saling mengadili
Para reformis dan masyarakat sudah nyaris tak terkendali
Mereka yang kemarin dijarah
Sudah mulai pandai meniru menjarah
Mereka yang perlu direformasi
Sudah mulai fasih meneriakkan reformasi
Mereka yang kemarin dipaksa-paksa
Sudah mulai berani mencoba memaksa
Mereka yang selama ini tiarap ketakutan
Sudah banyak yang muncul ke permukaan
Mereka yang kemarin dipojokkan
Sudah mulai belajar memojokkan
Mereka yang kemarin terbelenggu
Sudah mulai lepas kendali melampiaskan nafsu
Mereka yang kemarin giat mengingatkan yang lupa
Sudah mulai banyak yang lupa
Rasanya baru kemarin
Ingin rasanya aku bertanya kepada mereka semua
Tentang makna merdeka
Rasanya baru kemarin
Pakar-pakar dan petualang-petualang negeri
Sudah banyak yang sibuk mengatur nasib bangsa
Seolah-olah Indonesia milik mereka sendiri
Hanya dengan meludahkan kata-kata
Rasanya baru kemarin
Dakwah mengajak kebaikan
Sudah digantikan jihad menumpas kiri-kanan
Dialog dan diskusi
Sudah digantikan peluru dan amunisi
Rasanya baru kemarin
Masyarakat Indonesia yang berketuhanan
Sudah banyak yang kesetanan
Bendera merahputih yang selama ini dibanggakan
Sudah mulai dicabik-cabik oleh dendam dan kedengkian
Rasanya baru kemarin
Legislatif yang lama sekali non aktif
Dan yudikatif yang pasif
Mulai pandai menyaingi eksekutif
Dalam mencari insentif
Rasanya baru kemarin
Para seniman sudah banyak yang senang berpolitik
Para agamawan sudah banyak yang pandai main intrik
Para wartawan sudah banyak yang pintar bikin trik-trik
Rasanya
Baru kemarin
Tokoh-tokoh orde lama sudah banyak yang mulai menjelma
Tokoh-tokoh orde baru sudah banyak yang mulai menyaru
Rasanya
Baru kemarin
Orang-orang NU yang sekian lama dipinggirkan
Sudah mulai kebingungan menerima orderan
NU dan Muhammadiyah yang selama ini menjauhi politik praktis
Sudah kerepotan mengendalikan warganya yang bersikap pragmatis
Rasanya
Baru kemarin
Pak Harto yang kemarin kita tuhankan
Sudah menjadi pesakitan yang sakit-sakitan
Bayang-bayangnya sudah berani pergi sendiri
Atau lenyap seperti disembunyikan bumi
Tapi ajaran liciknya sudah mulai dipraktekkan
oleh tokoh-tokoh yang merasa tertekan
Anak dan antek kesayangan Bapak sudah berani tampil lagi
Mendekati rakyat lugu mencoba menarik simpati
Memanfaatkan popularitas dan kesulitan hidup hari ini
Rasanya baru kemarin
Habibie sudah meninggalkan
Negeri menenangkan diri
Gus Dur sudah meninggalkan
Atau ditinggalkan partainya seorang diri
Rasanya baru kemarin
Padahal sudah limapuluh sembilan tahun lamanya
Megawati yang menghabiskan sisa kekuasaan Abdurrahman
Mengajak Hasyim Muzadi merebut lagi kursi kepresidenan
Membangkitkan nafsu banyak warga NU terhadap kedudukan
Apalagi Wiranto yang mengalahkan Akbar
menggandeng Salahuddin keturunan Rais Akbar
Ikut bersaing merebut kekuasaan melalui Golkar
Dan didukung PKB yang dulu ngotot ingin Golkar bubar
SBY yang mundur dari kabinet Mega juga ikut berlaga
Dengan Jusuf Kalla menyaingi mantan bos mereka
Bahkan dalam putaran pertama paling banyak mengumpulkan suara
Amin Rais yang sudah lama memendam keinginan
Memimpin negeri ini mendapatkan Siswono sebagai rekanan
Sayang perolehan suara mereka tak cukup signifikan
Hamzah Haz yang tak dicawapreskan PDI maupun Golkar
Maju sendiri sebagai capres dengan menggandeng Agum Gumelar
Maju mereka berdua pun dianggap PPP dan lainnya sekedar kelakar
Rasanya baru kemarin
Rakyat yang sekian lama selalu hanya dijadikan
Obyek dan dipilihkan
Kini sudah dimerdekakan Tuhan
Dapat sendiri menentukan pilihan
Meski banyak pemimpin bermental penjajah yang keberatan
Dan ingin terus memperbodohnya dengan berbagai alasan
Rakyat yang kebingungan mencari panutan
Malah mendapatkan kedewasaan dan kekuatan
(Hari ini ingin rasanya
Aku bertanya kepada mereka semua
Bagaiman rasanya
Merdeka?)
Rasanya baru kemarin
Orangtuaku sudah lama pergi bertapa
Anak-anakku sudah pergi berkelana
Kakakku dan kawan-kawanku sudah jenuh menjadi politikus
Aku sendiri tetap menjadi tikus
(Hari ini
setelah limapuluh sembilan tahun kita merdeka
ingin rasanya aku mengajak kembali
mereka semua yang kucinta
untuk mensyukuri lebih dalam lagi
rahmat kemerdekaan ini
dengan mereformasi dan meretas belenggu tirani
diri sendiri
bagi merahmati sesama)
Rasanya baru kemarin
Ternyata sudah limapuluh sembilan tahun kita
Merdeka
(Ingin rasanya
aku sekali lagi menguak angkasa
dengan pekik yang lebih perkasa:
Merdeka!)
Rembang, 17 Agustus 2004
di muat di Jawa Pos
Simak Puisinya. Panjang memang. Tetapi bacalah. Kita semua akan dibawa ke berbagai rekaman peristiwa yang terjadi di negeri ini selama satu tahun terakhir.
Kenapa versi IX? Karena tahun kemarin beliau membuat versi VIII. Dan tahun depan, Insya Alloh akan ada versi X.
Selasa, 17 Agt 2004,
Puisi Kemerdekaan
Rasanya Baru Kemarin (Versi IX)
Rasanya
Baru kemarin
Bung Karno dan Bung Hatta
Atas nama kita menyiarkan dengan seksama
Kemerdekaan kita di hadapan dunia.
Rasanya
Gaung pekik merdeka kita
Masih memantul-mantul tidak hanya
Dari para jurkam PDIP saja.
Rasanya
Baru kemarin.
Padahal sudah lima puluh sembilan tahun lamanya.
Pelaku-pelaku sejarah yang nista dan mulia
Sudah banyak yang tiada. Penerus-penerusnya
Sudah banyak yang berkuasa atau berusaha
Tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
Sudah banyak yang turun tahta
Taruna-taruna sudah banyak yang jadi
Petinggi negeri
Mahasiswa-mahasiswa yang dulu suka berdemonstrasi
Sudah banyak yang jadi menteri dan didemonstrasi.
Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad lamanya.
Menteri-menteri yang dulu suka korupsi
Sudah banyak yang meneriakkan reformasi
Rasanya baru kemarin
Rakyat yang selama ini terdaulat
sudah semakin pintar mendaulat
Pemerintah yang tak kunjung merakyat
pun terus dihujat
Rasanya baru kemarin
Padahal sudah lima puluh sembilan tahun lamanya.
Pembangunan jiwa masih tak kunjung tersentuh
Padahal pembangunan badan yang kemarin dibangga-banggakan
sudah mulai runtuh
Kemajuan semu sudah semakin menyeret dan mengurai
pelukan kasih banyak ibu-bapa
dari anak-anak kandung mereka
Krisis sebagaimana kemakmuran duniawi sudah menutup mata
banyak saudara terhadap saudaranya
Daging yang selama ini terus dimanjakan kini sudah mulai kalap mengerikan
Ruh dan jiwa
sudah semakin tak ada harganya
Masyarakat yang kemarin diam-diam menyaksikan
para penguasa berlaku sewenang-wenang
kini sudah pandai menirukan
Tanda-tanda gambar sudah semakin banyak jumlahnya
Semakin bertambah besar pengaruhnya
Mengalahkan bendera merah putih dan lambang garuda
Kepentingan sendiri dan golongan
sudah semakin melecehkan kebersamaan
Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka
Pahlawan-pahlawan idola bangsa
Seperti Pangeran Diponegoro
Imam Bonjol, dan Sisingamangaraja
Sudah dikalahkan oleh Sin Chan, Baja Hitam,
dan Kura-kura Ninja
Banyak orang pandai sudah semakin linglung
Banyak orang bodoh sudah semakin bingung
Banyak orang kaya sudah semakin kekurangan
Banyak orang miskin sudah semakin kecurangan
Rasanya
Baru kemarin
Tokoh-tokoh angkatan empatlima sudah banyak yang koma
Tokoh-tokoh angkatan enamenam sudah banyak yang terbenam
Tokoh-tokoh angkatan selanjutnya sudah banyak yang tak jelas maunya
Rasanya
Baru kemarin
(Hari ini ingin rasanya
Aku bertanya kepada mereka semua
Sudahkah kalian Benar-benar merdeka?)
Rasanya
Baru kemarin
Negeri zamrud katulistiwaku yang manis
Sudah terbakar nyaris habis
Dilalap krisis dan anarkis
Mereka yang kemarin menikmati pembangunan
Sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban
Mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri
Sudah meninggalkan utang dan lari mencari selamat sendiri
Mereka yang kemarin sudah terbiasa mendapat kemudahan
Banyak yang tak rela sendiri kesulitan
Mereka yang kemarin mengecam pelecehan hukum
Kini sudah banyak yang pintar melecehkan hukum
Rasanya baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka.
Mahasiswa-mahasiswa pejaga nurani
Sudah dikaburkan oleh massa demo yang tak murni
Para oportunis pun mulai bertampilan
Berebut menjadi pahlawan
Pensiunan-pensiunan politisi
Sudah bangkit kembali
Partai-partai politik sudah bermunculan
Dalam reinkarnasi
Rasanya baru kemarin
Wakil-wakil rakyat yang kemarin hanya tidur
Kini sudah pandai mengatur dan semakin makmur
Insan-insan pers yang kemarin seperti burung onta
Kini sudah pandai menembakkan kata-kata
Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lima puluh sembilan tahun kita
Merdeka.
Para jenderal dan pejabat sudah saling mengadili
Para reformis dan masyarakat sudah nyaris tak terkendali
Mereka yang kemarin dijarah
Sudah mulai pandai meniru menjarah
Mereka yang perlu direformasi
Sudah mulai fasih meneriakkan reformasi
Mereka yang kemarin dipaksa-paksa
Sudah mulai berani mencoba memaksa
Mereka yang selama ini tiarap ketakutan
Sudah banyak yang muncul ke permukaan
Mereka yang kemarin dipojokkan
Sudah mulai belajar memojokkan
Mereka yang kemarin terbelenggu
Sudah mulai lepas kendali melampiaskan nafsu
Mereka yang kemarin giat mengingatkan yang lupa
Sudah mulai banyak yang lupa
Rasanya baru kemarin
Ingin rasanya aku bertanya kepada mereka semua
Tentang makna merdeka
Rasanya baru kemarin
Pakar-pakar dan petualang-petualang negeri
Sudah banyak yang sibuk mengatur nasib bangsa
Seolah-olah Indonesia milik mereka sendiri
Hanya dengan meludahkan kata-kata
Rasanya baru kemarin
Dakwah mengajak kebaikan
Sudah digantikan jihad menumpas kiri-kanan
Dialog dan diskusi
Sudah digantikan peluru dan amunisi
Rasanya baru kemarin
Masyarakat Indonesia yang berketuhanan
Sudah banyak yang kesetanan
Bendera merahputih yang selama ini dibanggakan
Sudah mulai dicabik-cabik oleh dendam dan kedengkian
Rasanya baru kemarin
Legislatif yang lama sekali non aktif
Dan yudikatif yang pasif
Mulai pandai menyaingi eksekutif
Dalam mencari insentif
Rasanya baru kemarin
Para seniman sudah banyak yang senang berpolitik
Para agamawan sudah banyak yang pandai main intrik
Para wartawan sudah banyak yang pintar bikin trik-trik
Rasanya
Baru kemarin
Tokoh-tokoh orde lama sudah banyak yang mulai menjelma
Tokoh-tokoh orde baru sudah banyak yang mulai menyaru
Rasanya
Baru kemarin
Orang-orang NU yang sekian lama dipinggirkan
Sudah mulai kebingungan menerima orderan
NU dan Muhammadiyah yang selama ini menjauhi politik praktis
Sudah kerepotan mengendalikan warganya yang bersikap pragmatis
Rasanya
Baru kemarin
Pak Harto yang kemarin kita tuhankan
Sudah menjadi pesakitan yang sakit-sakitan
Bayang-bayangnya sudah berani pergi sendiri
Atau lenyap seperti disembunyikan bumi
Tapi ajaran liciknya sudah mulai dipraktekkan
oleh tokoh-tokoh yang merasa tertekan
Anak dan antek kesayangan Bapak sudah berani tampil lagi
Mendekati rakyat lugu mencoba menarik simpati
Memanfaatkan popularitas dan kesulitan hidup hari ini
Rasanya baru kemarin
Habibie sudah meninggalkan
Negeri menenangkan diri
Gus Dur sudah meninggalkan
Atau ditinggalkan partainya seorang diri
Rasanya baru kemarin
Padahal sudah limapuluh sembilan tahun lamanya
Megawati yang menghabiskan sisa kekuasaan Abdurrahman
Mengajak Hasyim Muzadi merebut lagi kursi kepresidenan
Membangkitkan nafsu banyak warga NU terhadap kedudukan
Apalagi Wiranto yang mengalahkan Akbar
menggandeng Salahuddin keturunan Rais Akbar
Ikut bersaing merebut kekuasaan melalui Golkar
Dan didukung PKB yang dulu ngotot ingin Golkar bubar
SBY yang mundur dari kabinet Mega juga ikut berlaga
Dengan Jusuf Kalla menyaingi mantan bos mereka
Bahkan dalam putaran pertama paling banyak mengumpulkan suara
Amin Rais yang sudah lama memendam keinginan
Memimpin negeri ini mendapatkan Siswono sebagai rekanan
Sayang perolehan suara mereka tak cukup signifikan
Hamzah Haz yang tak dicawapreskan PDI maupun Golkar
Maju sendiri sebagai capres dengan menggandeng Agum Gumelar
Maju mereka berdua pun dianggap PPP dan lainnya sekedar kelakar
Rasanya baru kemarin
Rakyat yang sekian lama selalu hanya dijadikan
Obyek dan dipilihkan
Kini sudah dimerdekakan Tuhan
Dapat sendiri menentukan pilihan
Meski banyak pemimpin bermental penjajah yang keberatan
Dan ingin terus memperbodohnya dengan berbagai alasan
Rakyat yang kebingungan mencari panutan
Malah mendapatkan kedewasaan dan kekuatan
(Hari ini ingin rasanya
Aku bertanya kepada mereka semua
Bagaiman rasanya
Merdeka?)
Rasanya baru kemarin
Orangtuaku sudah lama pergi bertapa
Anak-anakku sudah pergi berkelana
Kakakku dan kawan-kawanku sudah jenuh menjadi politikus
Aku sendiri tetap menjadi tikus
(Hari ini
setelah limapuluh sembilan tahun kita merdeka
ingin rasanya aku mengajak kembali
mereka semua yang kucinta
untuk mensyukuri lebih dalam lagi
rahmat kemerdekaan ini
dengan mereformasi dan meretas belenggu tirani
diri sendiri
bagi merahmati sesama)
Rasanya baru kemarin
Ternyata sudah limapuluh sembilan tahun kita
Merdeka
(Ingin rasanya
aku sekali lagi menguak angkasa
dengan pekik yang lebih perkasa:
Merdeka!)
Rembang, 17 Agustus 2004
di muat di Jawa Pos
Pamit
Monday, August 09, 2004
Summer kali ini, saya nampaknya lebih rileks. Tugas-tugas yang menumpuk saya hadapi dengan rileks. Apabila anak-anak malas untuk ikut summer camp dan meminta untuk bolospun, saya tanggapi dengan rileks dan bahagia. karena ketidak berangkatan mereka berarti saya punya waktu untuk lembur dan tidak harus bangun pagi-pagi untuk mengantar mereka ke Summer camp. Anak-anak senang karena bebas beraktifitas di rumah, dan di taman sebelah dengan saya dan sayapun bisa tidur membayar hutang waktu-waktu lembur dengan melanjutkan tidur di pagi hari. sekaligus ngirit beli 'bus pass' bulanan yang harganya makin lama makin melambung.
Karena rileks, pantaslah kalau badan saya semakin tambun. Dan perasaan, anak-anak semakin perhatian. Yasa, misalnya, karena tahu saya lembur malam-malam sering menasehati saya untuk tidur kembali di pagi hari dan berjanji akan menjaga Danial.
Dan biasanya, dia akan mengelus-elus rambut saya, sampai saya tertidur kembali.
Danialpun ikut-ikutan perhatian. Walaupun kadang-kadang di tengah tidur,saya dipaksa minum juice. Menurutnya supaya saya tidak sakit.
Summer memang membingungkan. Matahari terbit sekitar pukul 3 pagi dan tenggelam sekitar pukul 9 malam. Akibatnya, anak-anak jadi baru bisa tidur sekitar pukul 11.30 malam. Wajarlah besok paginya pada bangun terlambat. dan merengek untuk tidak masuk summer camp.
Dan sekarang, jam 2 pagi, saya masih berkutat dengan tugas-tugas saya yang sepertinya tidak ada habis-habisnya. Karena tugas saya yang masih menumpuk dan harus selesai pada awal september nanti, maka ijinkan saya untuk berkonsentrasi terhadap tugas-tugas saya. Saya akan jarang mengupdate dan berkunjung ke 'rumah' teman-teman semua. Dan untuk menhindari cap "blogger pemalas dan tidak bertanggung jawab' yang seperti saya cetuskan sendiri, di postingan saya beberapa waktu yang lalu,maka dengan ini saya menyatakan pamit.
Saya berjuang dulu ya? wish me luck!
Karena rileks, pantaslah kalau badan saya semakin tambun. Dan perasaan, anak-anak semakin perhatian. Yasa, misalnya, karena tahu saya lembur malam-malam sering menasehati saya untuk tidur kembali di pagi hari dan berjanji akan menjaga Danial.
Dan biasanya, dia akan mengelus-elus rambut saya, sampai saya tertidur kembali.
Danialpun ikut-ikutan perhatian. Walaupun kadang-kadang di tengah tidur,saya dipaksa minum juice. Menurutnya supaya saya tidak sakit.
Summer memang membingungkan. Matahari terbit sekitar pukul 3 pagi dan tenggelam sekitar pukul 9 malam. Akibatnya, anak-anak jadi baru bisa tidur sekitar pukul 11.30 malam. Wajarlah besok paginya pada bangun terlambat. dan merengek untuk tidak masuk summer camp.
Dan sekarang, jam 2 pagi, saya masih berkutat dengan tugas-tugas saya yang sepertinya tidak ada habis-habisnya. Karena tugas saya yang masih menumpuk dan harus selesai pada awal september nanti, maka ijinkan saya untuk berkonsentrasi terhadap tugas-tugas saya. Saya akan jarang mengupdate dan berkunjung ke 'rumah' teman-teman semua. Dan untuk menhindari cap "blogger pemalas dan tidak bertanggung jawab' yang seperti saya cetuskan sendiri, di postingan saya beberapa waktu yang lalu,maka dengan ini saya menyatakan pamit.
Saya berjuang dulu ya? wish me luck!
Praktis?
Tuesday, August 03, 2004
Saya termasuk dalam kategori 'manusia2 praktis'. Dari segi berpakaian, misalnya, saya cenderung memilih pakaian yang enak dipakai daripada pakaian yang enak di lihat. Sudah banyak orang yang mengkritik penampilan saya. Tetapi kalau memakai pakaian yang enak di lihat, saya sering merasa tidak nyaman.
Ketika datang ke resepsi pernikahan, misalnya, saya biasanya akan merasa tertekan dengan pakaian2 yang yang saya kenakan. Begitu selesai acara, saya akan bernapas lega sembari melepas atribut2 yang menyiksa.
Pada jaman saya kuliah s1 dulu, saya menyukai jilbab hitam, terbuat dari bahan kaos,dan tali nya saya ikatkan ke belakang. Saya merasa nyaman memakai jilbab tersebut. sampai saya mempunyai jilbab dengan model dan bahan yang sama sebanyak 5 lembar. dan sempat menjadi 'trade mark" saya di kampus. Demikian juga dengan celana kulot hitam, saya mempunyai 5 celana kulot hitam dengan bahan yang sama.
ketika saya menempuh pendidikan di LN, saya merasa nyaman dengan celana-celana jeans Oshkosh dan IKeda yang berbentuk Over all. karena enak dipakai, dan punya saku banyak sehingga saya yang pelupa ini bisa menyimpan apa saja di saku2 tsb. Untuk hal ini saya punya celana over all sampai 6 lembar.
saya sangat tidak perduli apa kata orang, yang penting enak di pakai. Suami saya yang pekerja batik sutera Pekalongan itu, berkali-kali membuat jilbab dari kain sutera khusus buat saya. tetapi tetap saja saya lebih suka jilbab kaos hitam. hasilnya banyak jilbab bikinan suami yang diwaris temen2 kos saya. dan sempet saya jual kepada orang Montreal yang tertarik pada jilbab tsb ketika saya pakai pada acara khusus.
Katanya, saya nampak anggun dengan pakaian sutera dan jilbab2 itu. tapi tetep saja saya lebih suka dengan jilbab2 kaos saya.
Nah, beberapa waktu yang lalu, saya membelikan beberapa celana jeans model2 "Britney" dengan potongan melebar kebawah bergambar bunga2 dan kupu2 serta kaos2 model "barbie" lengan panjang buat yasa dengan harga yang lumayan untuk ukuran mahasiswa. Tetapi, ketika saya amat2 i ternyata Yasa lebih memilih memakai jeans usangnya daripada jeans2 yang saya belikan. Dia tidak akan memakai jeans2 itu sebelum saya pelototi.
keturunan dari saya apa kualat nih namanya?
Ketika datang ke resepsi pernikahan, misalnya, saya biasanya akan merasa tertekan dengan pakaian2 yang yang saya kenakan. Begitu selesai acara, saya akan bernapas lega sembari melepas atribut2 yang menyiksa.
Pada jaman saya kuliah s1 dulu, saya menyukai jilbab hitam, terbuat dari bahan kaos,dan tali nya saya ikatkan ke belakang. Saya merasa nyaman memakai jilbab tersebut. sampai saya mempunyai jilbab dengan model dan bahan yang sama sebanyak 5 lembar. dan sempat menjadi 'trade mark" saya di kampus. Demikian juga dengan celana kulot hitam, saya mempunyai 5 celana kulot hitam dengan bahan yang sama.
ketika saya menempuh pendidikan di LN, saya merasa nyaman dengan celana-celana jeans Oshkosh dan IKeda yang berbentuk Over all. karena enak dipakai, dan punya saku banyak sehingga saya yang pelupa ini bisa menyimpan apa saja di saku2 tsb. Untuk hal ini saya punya celana over all sampai 6 lembar.
saya sangat tidak perduli apa kata orang, yang penting enak di pakai. Suami saya yang pekerja batik sutera Pekalongan itu, berkali-kali membuat jilbab dari kain sutera khusus buat saya. tetapi tetap saja saya lebih suka jilbab kaos hitam. hasilnya banyak jilbab bikinan suami yang diwaris temen2 kos saya. dan sempet saya jual kepada orang Montreal yang tertarik pada jilbab tsb ketika saya pakai pada acara khusus.
Katanya, saya nampak anggun dengan pakaian sutera dan jilbab2 itu. tapi tetep saja saya lebih suka dengan jilbab2 kaos saya.
Nah, beberapa waktu yang lalu, saya membelikan beberapa celana jeans model2 "Britney" dengan potongan melebar kebawah bergambar bunga2 dan kupu2 serta kaos2 model "barbie" lengan panjang buat yasa dengan harga yang lumayan untuk ukuran mahasiswa. Tetapi, ketika saya amat2 i ternyata Yasa lebih memilih memakai jeans usangnya daripada jeans2 yang saya belikan. Dia tidak akan memakai jeans2 itu sebelum saya pelototi.
keturunan dari saya apa kualat nih namanya?
© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.










