Perempuan itu bernama Bu yah

Monday, March 29, 2004

Kepala ini terasa berat, bu yah,
aku ingin menyandarkan sejenak di atas pangkuanmu

dada ini terasa sesak bu yah,
aku ingin menumpahkannya di kudus pelukmu

Kaki-kakiku penat bu yah
aku ingin melepaskan kepenatan itu disudut kasihmu.

agar duka ini senantiasa terhapus fajar
di balik senyummu yang berpijar
agar hidupku menjadi tegar
dengan kasih sayang melatimu yg selalu berpendar
.

Tadi malam aku bermimpi. Mimpi yang mengingatku pada perempuan tua yang menjadi nenekku, yang ku panggil dengan sebutan "bu yah". Perempuan yang sangat pandai memasak acar-acaran didapur rumahku. Perempuan dengan sejuta senyuman dan cerita. Perempuan yang selalu mengulurkan tali silaturahmi. Perempuan yang mengenalkanku tentang sosok "joko kendil", "timun emas", "bawang merah dan bawang putih" serta cerita - cerita rakyat lainnya. Perempuan yang paling dekat denganku selain ibuku. Perempuan yang selalu menyediakan pelukannya ketika aku dimarahi abahku. Bu yah, perempuan yang memijitiku ketika aku kecapekan dan memberikan elusan di rambutku menjelang tidurku. Bu yah, perempuan yang selalu terjaga di tengah malam ketika aku menangis dan memenuhi keinginanku untuk keluar rumah di tengah malam itu, menggendongku sambil membaca sholawat sampai aklu tertidur lagi.

Bu yah sebenernya adek dari kakek dari pihak ibuku. Menurut saudara-saudaraku, bu yah adalah perempuan yang sangat cantik dimasa mudanya. Anak seorang "letnan" pada jaman belanda. Menikah pada saat usia yang masih muda.

Buyah memang sangat cantik bahkan ketika dia sudah berumurpun, sisa2 kecantikannya masih sangat kentara. Bu yah dengan kasih sayang yang seteduh awan mengajari kami cara merwat rambut dengan minyak kelapa asli dan memaksa aku dan kedua kakakku untuk memakai minyak kelapa itu sejak aku ingat bahwa aku hidup di dunia ini. Jadilah kami bertiga antri menuju pangkuan bu yah untuk meminyaki rambut kami sebelum berangkat sekolah. Tak heranlah orang-orang memandangi rambut kami dengan kagum karena kehitaman dan kelebatannya.

Bu yah, perempuan berhati seputih kapas yang mengajarkanku cara berbelanja. Aku selalu mengikutinya ketika dia belnja di pasar Sorogenen dan Pasar Poncol Pekalongan. Bu yah yang dicintai oleh seluruh penghuni pasar karena keramahannya.

Bu yah yang terpakasa tidak bisa melihat keindahan dunia ini melalui kedua matanya karena kegagalan operasi katarak. Bu yah yang mempunyai pendengaran tajam yang luar biasa. Bu yah yang selalu menangis setiap kali aku mau berangkat ke Yogya untuk kuliah. Bu yah yang selalu menyuruhku mengaji didekat dia karena dengan kondisi penglihatannya yang seperti itu, tidak memungkinkannya melihat huruf2 yang ada di Al Qur'an. Bu yah, yang ketika meninggal aku tidak bisa mendampinginya karena aku sedang berada di Yogya. Meninggalnya bu yah yang mebuat aku tidak malu menangis meraung-meraung di Teater Eska tanpa peduli sekitarku.

Bu yah bukan sekedar nenek bagiku. Bu yah adalah ibu kedua yang mempunyai kasih sayang sebening embun dan kesabaran seluas langit.Bu yah yang tetap menghujaniku dengan pelukan dan ciuman meskipun aku sudah lulus kuliah S1ku. Satu kata yang luput aku katakan pada beliau bahwa aku sangat mencintainya. Bu yah akan selalu ada dalam doa-doaku. Aku yakin lebih berbahagia di "sana". Al fatihah!

Ps : Kemarin aku memasak ayam bakar ala mamanya abang dan Chika serta bakwan jagung. Ah enak sekali saudara2.

Di dalam sebuah Bis...

Thursday, March 25, 2004



Didalam sebuah bis yang mengangkut kita
ada sebuah dunia yang sarat warna
ada hitam yang menggenang dimata
ada juga yang seputih cinta

Ada yang semerah senyum di musim bunga
ada yang kelabu seperti sudut2 kota tua

didalam sebuah bis yang mengangkut kita
ada beribu persoalan di ketiak dunia!


Setelah 8 bulan menjadi langganan bis bernomor 63 jurusan Girouard- At Water untuk mengantar Yasa Ke Westmont Park School, dan bis jurusan 90 untuk mengantar Daniel di At Water, saya jadi familiar dengan wajah-wajah penumpang dan para supir pada jam berangkat sekolah dan pulang sekolah.

Ada ibu2 berumur sekitar 60 an yang selalu berusaha meberikan tempat duduknya untuk Daniel tetapi selalu saya tolak karena tidak enak rasanya saya duduk sedang dia yang sudah berumur harus berdiri demi saya dan Danial.

Ada ibu2 berumur 45 taunan dengan memakai tongkat yang dengan tegasnya meminta tempat duduk khusus untuk orang cacat yang biasanya telah diduduki oleh anak-anak SMA. dan sering menggerutu kurang lebih dengan mennggunakan bhs Indonesia begini: "emang gak pada liat apa klo kursi ini di tujukan buat orang-orang cacat seperti saya?" seharusnya mereka berdiri sebelum saya minta bukan?" nampaknya anak-anak muda di Montreal ini memang mengalami pergesearn moral dalam hal toleransi meberikan tempat duduk kepada yang lebih tua, cacat atau perempuan dengan anak kecil. tetapi tentu saja tidak semuanya begitu. Hanya mungkin kebetulan saja bis yang saya tumpangi tiap harinya menunjukkan gejala seperti itu.

Ada nenek tua asal rusia sebatangkara yang selalu memulai percakapan dengan orang-orang yang dianggapnya imigran serta selalu meberi hadiah kepada anak-anak yang ada di bis itu. Yasa menyebutnya sebagai "Mrs SaNta" tetapi dia lebih suka disebut "grand Ma" dan berkali-kali meminta saya untuk menelponnya kalau saya dan suami saya ada keperluan mendadak dan dia bersedia menjanjaga anak-anak saya tanpa dibayar.

Ada anak-anak Smp dan SmA yang sibuk mebawa bawa "projeknya" bercanda dengan teman-temannya. Ada Ibu muda yang selalu berhenti di pertigaan sherbrooke sehingga saya bisa berdiri dekat dia untuk mengambil tempat duduknya.

Ada seorang laki2 muda buta yang selalu naik bis nomor 90 duduk dan berjalan menyusuri jalan Atwater dengan tongkat putihnya tanpa bantuan siapapun dan membuat saya kagum akan kemandiriannya. Ada juga Seorang lelaki berusia 50 an yang selalu menggumam dan menjerit-menjerit tidak jelas karena keterbatasan IQ nya dan nampaknya selalu naik dari satu bis ke bis lainnya entah kemana.

Ada Endang beserta kedua anaknya Linggar dan Rizki, tetangga sebuilding yang satu sekolah dengan Yasa, yang selalu saya repotin dengan menitipkan Yasa apabila Daniel sedang sakit dan saya tidak bisa mengantar Yasa ke sekolah. Dan tentu saja ada saya yang sering kali berteriak-teriak kecil memperingatkan daniel yang suka usil menjahili penumpang-penumpang bis dengan tendangan sepatu atau omongan2 nakal ala danial.

Di sebuah bis, ada sebuah dunia. Tuhan memang maha pintar menciptakan manusia dengan segala keunikan, keindahan dan masalah sendiri-sendiri. Tetapi untungnya disini, kebanyakan sopirnya selalu menyapa "Bonjour" ketika kita naik dan mengucapkan "have a nice day" ketika kita turun dgn mengucapkan "thank you" serta menunggu kita benar naik atau turun sebelum menjalankan bisanya membuat kita merasa aman. dan dikota ini pengalaman Abhi Rhay dengan "jetcoaster di jalanan" tidak akan dijumpai di kota Montreal ini.

bagaimana dengan pengalaman pagi hari ini menuju tempat kerja anda?

Ps:Saya bikin Chocolate Chip Cake dan kroket Afrika pada Week end kemaren. Siapa mau?

MOntreal Oh Montreal

Monday, March 22, 2004

Di sepanjang Saint Catherine

Di Sepanjang Saint catherine
rembulan jatuh di pangkuan Kathedral
terdengar suara sopran pengamen jalanan
dengan nafas alkoholnya yang membelah malam

Di sepanjang Saint Catherine
ribuan etalase bergincu tebal
menebarkan aroma surgawi
yang menusuk-nusuk "Palace" hingga striptease
mebuatku meliuk mabuk dibalik remang cahaya

Di sepanjang Saint Catherine
ada pisau lipat yang mengancam
Kristal-kristal diantara "Eaton" hingga "Dolarama" itu
telah menghamburkan dollar di jemari kota
seirama dendang " bonjour.. Can I help you?"

Di sepanjang Saint Catherine
aku teringat negeriku yang tengah sekarat !

Montreal, 1998.


Montreal adalah sebuah kota di Propinsi Quebec, Canada. Sebuah Kota yang benar2 multikultural, sampai-sampai kalau saya berada di dalam sebuah bis atau Metro, saya kadang-kadang lupa kalau sedang berada di sebuah kota di Canada.

Bagaimana tidak bingung? di depan saya seorang berkulit hitam sibuk menyanyi2 lirih dengan walkman nya. Disamping saya seorang ibu berkulit kuning bermata sipit sedang bercanda dengan anaknya dengan menggunakan bahasa yang tidak saya mengerti. di belakang saya seorang bapak2 sibuk menelpon dengan menggunakan bhs arab. Benar-benar sebuah kota yang terdiri dari berbagai bangsa.

Penduduk Montreal baik yang asli maupun pendatang biasanya sangat ramah apalagi kalau kita sudah agak sering ketemu di bis yang sama pada jam yang sama. Tetapi ada baiknya unyuk menguasai sedikit bhs Perancis karena kota ini menerapkan dua bahasa resmi yaitu Perancis dan Inggris. Banyak generasi Tua yang tidak bisa berbahasa Inggris atau yang tidak mau berbahsa Inggris.
Ketika saya pertama kali datang kekota ini, dengan seorang teman, saya mencari sebuah jalan:

Temen saya:
" Exuse me sir, We are Looking for St Catherine street West, Do you know where it is?"

Seorang Bapak:
"dhaihkakktitoo...... (pakai bhs Perancis)

Temen saya:
" I am Sorry Idont Speak French"

Orang Montreal:
"dkagkdsl;d;f;f'gf tuekekke.... (tetep gak peduli bicara menggunakan bhs Perancis)

Temen saya:
"Oh ok. Merci" (mencoba menggunakan satu kata Perancis yang dia tahu)

Bapak tadi:
"You are welcome" (dgn Bhs Inggris Fasih)

Kami:
"Hah" (ngloyor sambil melongo)

Dengan menggunakan bahasa Perancis, relatif anda akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan disini. karena hampir semua pekerjaan yang ditawarkan mengharuskan "bilingual".

Oleh karenanya, orang-orang lebih senang melamar sebagai permanen Resident (PR). Dengan menjadi PR, dia akan mendapatkan fasilitas kursus bahasa Perancis gratis dan dibayar, mendapatkan Medicare ( suami dan anak2 saya harus mengeluarkan kurang lebih $1800/ pertahun belum termasuk gigi dan mata), dan bisa sekolah dengan biaya 3 kali lebih murah daripada pelajar internasional seperti saya.

Kalau ke Montreal, datanglah pada musim Semi karena Montreal menjadi kota tulip yang berwarna warni dan kalau waktu anda lebih longgar, luangkan Musim panas anda disini. Karena anda akan menikmati berbagai hiburan di Musim Summer; Festival Jazz International, Festival Musik berbahasa perancis dan pesta kembang api dari berbagai negara serta nonton F1 kalau punya uang banyak atau kalau tidak cukup nonton pameran mobilnya. dan lebih baik menghindari Musim Winter di Montreal karena suhu udara di Montreal bisa mencapai minus 42 derajat!! Tetapi kalau anada tetap tidak bisa menhindari Winter di Montreal, Berpakaian yang properly akan banyak membantu. Dan muka2 ninja banyak anda temui di sudut2 musim dingin. Winter Festivalpun merupakan hiburan tersendiri bagi penduduk Montreal.

Montreal juga surga bagi makanan, Makanan dari negara manapun ada disini. cukup mendatangi Counter2 makanan di mall2, anda serasa sudah keliling dunia. Kalu untuk mencari makanan dan bumbu2 yang berbau asia dari beras, kecap, indo mie, jahe, lengkuas dll, China Townlah tempatnya. China Town ini juga merupakan pusat kebudayaan China sehingga setipa kali ada perayaan hari2 penting China, China town menjadi sangat meriah.

Tetapi jangan pernah berbelanja dengan menggunakan uang pas sesuai dgn daftar harganya. karena di Montreal membeli apapun akan terkena pajak; 7% pajak federal dan 7.5% untuk pajak pemerintah Quebec. Jadi pajak disini ditanggung oleh konsumen. Tetapi senengnya bagi orang2 yang penghasilannya dibawah UMR, mereka akan mendapatkan "return tax" dari Spp yang dikeluarkan, pajak sewa apt, pajak daycare dll. saya pikir konsep zakat didalam Islam sudah diterpakan di Canada ini.

Di Montreal ini juga penuh dengan taman-taman kota lengkap dengan permainan anak sehingga anak-anak bisa bersenda gurau di taman-taman ini. Tetapi ongkos Transportasi termasuk mahal untuk ukuran mahasiswa seperti saya.

Untuk bisa mengakses Bis atau metro, seseorang harus membayar $2,5 untuk sekitar dua jam perjalanan. jadi jika anda bisa menyelesaikan urusan dalam dua jam, anda tidak perlu membeli tiket lagi untuk pulang. karena di setiap tiket tertulis samapi jam berapa masa validnya. Sedangkan Untuk tiket bulanan seharga $59, anda bisa melakukan perjalanan keliling Montreal dengan bisa atawa kereta tanpa batas. Sedangkan anak2 dan pelajar berumur 6-25 tahun serta orang tua diatas 60 tahun membayar setengahnya.

MOntreal juga kota Wisata, sebut saja Mont Royal bagi anda yang ingin berwisata gunung. dengan daun warna warni saat musim gugur, Mont Royal sangatlah indah dipandang. Old Montreal juga menyimpan sejarah kota Montreal dengan gereja tua dan andong ala montreal serta Festival kesenian pada musim panas. Pecinta mancing, bisa pergi ke danau di West Island dan danau2 seputar Kampus McDonald juga terkenal banyak ikannya. dan jangan lewatkan John Talon market, sebuah pasar tradisional yang terkenal murah akan sayur mayur, buah-buahan serat telur ayam ini.

Montreal juga merupakan kota pendidikan tempat MCGill University "Harvard" nya Canada berdiri. Kampus yang terletak dilereng gunung Mont Royal ini banyak menggunakan villa2 milik orang-orang kaya jaman dahulu sebgai tempat kuliahnya. jadi wajarlah kalau bangunan-bangunan tempat kuliah di McGill university ini sangat indah. McGill bersama Concordia University dan Université de Montreal merupakan pendidikan tinggi yang terkenal.

Ada sedikitnya 3 pawai yang saya ingat terjadi setiap tahunnya di Montreal yaitu Canadian day, Quebec day dan St Patrick Day. Penduk berbondong-bondong memadati jalan Saint Chaterine, yang terkenal dengan kehidupan malamnya itu untuk menikmati pawai2 itu. Umumnya pawai2 tsb dipersiapkan dengan serius dan penontonpun kebagian hadiah dari para sponsor dari mulai makanan anjing, balon, topi, pin sampai berbagai permen dan minuman.

Montreal memang menarik. tetapi kalau bisa jangan pernah sakit apapun di Montreal, karena untuk ketemu dokter disini relatif sangat sulit. karena anda harus appointmen atau menunggu di ruang emergency selama berjam-jam dan ketika ketemu Dokter, kalau anda cuman flu, dokter hanya akan menyuruh anda minum juice dan air sebanyak banyaknya. dan dokter sini sangat berhati hati terhadap antibiotik sehingga sangat pelit untuk menberikan resep.

Dan untuk urusan sakit gigi, kalau anda tidak punya asuransinya, lebih baik perbaiki gigi anda di Indonesia sebelum berangkat ke Canada karena anda akan Shock dengan harga service nya seperti temen saya ini .

Bagaimana dengan kota anda?



Poto2 Pawai dalam Rangka St Patrick day dengan slogan "KISS ME! I am IRISH! Dengan symbol warna ijo2, semua orang nampak bangga menjadi Irish.

Pekalongan....

Thursday, March 18, 2004

aku rindu kotaku
yang tidak terpoles oleh riasan palsu
aku rindu kotaku
masihkah seperti dulu?


Pekalongan adalah salah satu kota sangat membekas di dalam memoriku. Kota kelahiranku ini telah banyak mencoretkan warna warna dalam kehidupanku serta mempengaruhi sedikit banyak hidupku
.

Pekalongan adalah sebuah kota yang terletak di pinggir pantai utara. Kota santri julukannya karena pemandangan orang memakai sarung dan peci setiap sudut senja adalah suatu yang umum. Anak-anak sekolah berkerudung yang liburnya pada setiap hari jumat juga banyak ditemui. Suara sholawatan dan nasyid juga banyak terdengar dimana-mana disamping lagu dangdut dan lagu india yang juga kerap terdengar kalau ada hajatan tertentu seperti kawinan atau sunatan.

PeKalongan juga dikenal dengan kota batik karena banyak perkampungan batik dapat anda temukan di kota ini. Di desa warulor, kecamatan wiradesa, tempat suamiku menghabiskan masa kecilnya misalnya, adalah sebuah desa yang diwarnai oleh kesibukan pengrajin batik. Bau malam ada dimana-mana. ibu-ibu dan mbak-mbak meniup canting juga adalah pemandangan yang umum. Batik tetap saja hidup dengan segala pasang surutnya.

Pekalongan juga surga bagi pencinta makanan. Rasa masakan khas Pekalongan ini adalah sedap dan pedas.Tidak manis dan tidak asin. Megono; makanan urap cacahan nangka muda ini menjadi lauk wajib sarapan pagi dan kenduri dilengkapi dengan ikan asin dan tempe goreng. Tauto Pekalongan; soto Pekalongan yang tampilannya coklat kemerah-merahan karena tauco ini keliatan tidak menggairhakan klo dipandang tetapi tidak akan bisa melupakan begitu kita sudah mencicipinya. Sangatlah susah menjamu orang Pekalongan makan, karena mereka akan membanding-bandingkan makanan tersebut dengan masakan asli Pekalongan yang memang sangat enak dilidah dan harga yg sangat murah.

Keberadaan Pekalongan yang ditepi pantai utara ini, membuat Pekalongan menjadi surga juga bagi penikmat masakan-masakan laut. Segala jenis ikan laut dari ikan pe, kerang, teri, cucut, udang sampai cumi-cumi mudah didapatkan. mungkin itulah yang membuat ikan air tawar kurang disukai oleh para keluarga di Pekalongan.

Kalau mampir ke Pekalongan, sempatkan untuk naik becak. karena kendaraan roda tiga khas Pekalongan ini lebih lebar dari becak-becak yang ada di tanah air.

Masyarakat Pekalongan terdiri dari berbagai bangsa. yang paling banyak adalah masyarakat jawa yang menempati hampir seluruh wilayah , masyarakat keturunan arab di kampung arab di seputar masjid wakaf di jalan Surabaya dan sekitarnya), dan masyarakat keturunan cina di pecinan (kelurahan sampangan dan sekitarnya). Dan ada juga beberapa masyarakat keturunan India yang di sebut encik. nampaknya masyarakat tersebut bisa saling hidup berdampingan. masing-masing masyarakat tersebut mempunyai ciri khas sendiri-sendiri ketika ada acara hajatan.


Nasi kebuli buatanku

Kalau ingin melihat penganten keturunan arab, misalnya, pergilah ke gedung Al irsyad di jalan Bandung Pekalongan. Anda akan terkesima dengan tradisi arab yang hanya mengijinkan kondangan bagi para wanita saja. sedangkan para lelaki cukup menghadiri akad nikah atau walimahan di rumah mempelai wanita. Ada nasi kebuli beserta semur, sambal goreng daging, acarkuning sayur dan nanas, serta emping sebagai perenyahnya. Ada pertunjukan Zafin dengan rebana, seruling dan gambusnya. tari zafin laki2 yang menonton harus lelaki juga. sedangkan kelompok zafin perempuan yang menonton harus perempuan juga.

Kalau ingin melihat penganten keturunan Cina, biasanya Gedung Prabajaya di ujung gang 7 Poncol pesateanlah tempatnya. Anda bisa terbuai dengan penampilan amoi2 cantik dengan warna2 merah yang mendomonasi pesta.

Masyarakat jawa, biasanya merayakan pernikahan dirumah atau di gedung PPIP Noyontaan. Menu makanan adalah nasi berkat yang terdiri dari nasi putih, petis, megono, acar kuning, daging dan telor. Sedangkan penganten India, sampai sekarang aku belum pernah melihat orang keturunan india menikah di Pekalongan.

Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Pekalongan bukanlah bahasa jawa halus. Tidak se"ngapak ngapak" Tegal, tetapi tidak sehalus semarangan. Aku mengatakan bahasa pekalongan bahasa yg tanggung berada diantara Bahasa Timur (semarang, Yogya, Solo) dan bahasa barat (tegal, brebes, banyumas).
Tetapi karena itulah komunikasi antara orang Pekalongan sangatlah akrab dan egaliter. Ada beberapa bahasa yang sampai sekarang saya tidak bisa menemukan padannnya di dalam bahasa Indonesia. "Koto monoho", "Singgoko" "ndangkakku" "Pak orak" sering diakhiri dengan "raaa" serta "Ha'ah po?" "mbok ha'ah si" yang digunakan untuk membujuk orang.

Mitos yang ada di Pekalongan adalah Ratu penjaga pantai utara yang disebut Dewi ayu lanjar" yang sangat ditakuti kalau kita bermain-main diseputar pantai utara ini.

Tempat-tempat wisata yang ada di daerah Pekalongan ini diantaranya adalah Pantai Pasir kencana yang aku sebut "ngebum". walau kotor sangat enak untuk sekedar merendamkan kaki dilaut. dan ombaknya tidak sebesar di pantai pantai selatan Yogya. kalau anda ingin memancing "Pantai utara sebelah timur yang disebut "Slamaran" adalah tempatnya. datanglah ke dermaga Slamaran dan anda akan bisa menyambut datangnya senja dengan hati berbunga-bunga.

Wisata gunung yang terletak di kabupaten Pekalongan adalah "Linggo asri". Tempatnya mengingatkan tempat wisata kaliurang Yogyakarta hanya saja Linggo asri ini agak lebih perawan.

Di bidang pendidikan, Pekalongan terkenal dengan sekolah-sekolah agamanya.
Ada Madrasah Salafiyah Ibtidaiyah. Ada sepuluh sekolahan yg berada di bawah yayasan ini yang mencoba memadukan kurikulum pesantren dan umum. Ada yayasan Ma'had Islam uang SD ma'had Islam 1 dan 4 nya merupakan sekolah favorit puteri di pekalongan, SD ma'had Islam 2 dan 5 termasuk Sd favorite untuk sekolah putranya. Serta SMP ma'had Islam juga terkenal dengan hasil NEM nya yang tinggi dan merupakan pemasok utama murid2 SMU Negeri 1 Pekalongan ini. Ada juga yayasan Al irsyad yang mempunyai sekolahan dari TK sampai tingkat atas. Ada yayasan Ribatul Mutta'allimiin yang menganut sisitem pondok pesantren dan tetap mempunyai Madrasah ibtidaiyah sampai aliyah.

bagi non Muslim, Yayasan Bernadus dan Pius bisa jadi pilihan. Sedangkan Perguruan tinggi yang ada di Pekalongan adalah STAIN Pekalongan yang menyediakan kajian keislaman Dan Universitas Pekalongan yang menyediakan kajian umum.

Pada hari ke 7 saat hari lebaran idul fitri, penduduk krapyak Pekalongan mengadakan tradisi "Syawalan" dengan membuka rumah2 mereka bagi siapapun yang datang, baik yang dikenal maupun tidak dikenal. jajanan ada dimana-mana. Pengunjung tinggal mengambil makanan yg mereka inginkan dgn gratis di rumah-rumah yang mengadakan "open house" itu. yang paling khas adalah makan tradisional "LUPIS". makanan dari beras yang di godok dengan balutan daun pisang itu menjadi primadona. bahkan penduduk Krapyak selalu bergotong royong membikin lupis raksasa.sebesar "drem" tempat minyak. dan biasanya walikota yang melakukan irisan pertama sebelum dibagi2kan kepada pengunjung.

Sedangkan malam 17 agustus, penduduk kelurahan Pesindon pekalongan juga melakukan open house dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia dilanjutkan dengan pengumuman2 juara2 lomba-lomba yang diadakan.

Pekalongan memang luar biasa. Kota yang mengandung keramahan yang tanpa basi basi. Bagaimana dengan kota-kota masa lalumu?


*updated*
Saya baru saja posting kota "masa lalu" saya yang lain di Angkringan dengan judul "Potret Teater Kampus Awal 90an".


Blogger Family: Sebuah Komunitas Keluarga Maya.

Monday, March 15, 2004

BloggerFamily

Dunia semakin sarat dengan beban
mari pecahkan segala permasalahan dengan berteman


Komunitas Blogger Family sudah berusia 4 bulan. Sedangkan Forum Blogger Family sudah berusia 3 bulan. Anggotanya sudah mencapai 150 an. Saya bangga berada di dalam komunitas ini. banyak yang saya dapat dari kelompok ini. Pertama adalah pertemanan yang sangat solid. Saling memberikan semangat, dalam suasana yang hangat. Kedua, ilmu kita bertambah dari cara masak, cara mengasuh anak, cara mendandani blog sampai tata cara mengahdapi orang. Anggota blogger family ini memang sangat beragam dari para jomblowers sampai para emak dan bapak. Dari anak sekolahan, pengajar, pustakawan, para penjaga dan pemilik warnet, orang kantoran, para 'IT' ers, sampai emak-emak fungky yang lambat laun pada melek 'hi tech". Tinggal di berbagai benua; Asia, Australia, Eropa, Amerika bahkan Afrika.

Blogger Family, awalnya didirikan oleh para 'orang tua' yang merasa terlalu tua untuk bergabung di Komunitas blog yang ada dan ingin membentuk sebuah komunitas yang benar-benar pas dengan kadar kekeluargaannya. Akan tetapi pada perkembangannya, banyak para jomblowers yang bergabung dan tentu saja menambah semaraknya komunitas ini. Toh sebuah keluarga tidak harus menjadi 'ayah atau ibu semua'. Sebuah keluarga memerlukan seorang anak, kaka, adik, tante, keponakan, om bahkan kakek dan nenek. Begitulah "Blogger family". Berawal dari saling teriak di 'shout box', Yahoo messanger, ">mailinglist, Forum, Diary Online dan mungkin suatu saat akan berkembang dengan program-program yang lain.

Lama-lama saya menjadi addicted dengan komunitas ini. mau masak, saya teriak-teriak di dapur Forum, Anak sakit saya menjerit di ruang cantik dan sehat, liat film bagus, saya berkoar-koar di ruang Film, musik, film dan budaya, Ada kesulitan komputer dan per blog an, saya menarik perhatian di ruang teknologi Informasi dan otak atik blog, Ada permasalahan dengan anak saya, saya ribut di ruang parenting. rasanya sehari hari tidak bisa lepas dari komunitas ini. belum lagi sambil terus membayangkan karakter2 yang ada dibalik tulisan-tulisan itu.

Ada Ika, wakil moderator blogger family yang merangkap bendahara. Orangnya rame dan gampang akrab. Tidak ketemu sehari saja sama ibu ini serasa ada yang kurang. Ada mbak Rieke, yang orang nya benar-benar tidak jaim dengan pernyataan-pernytaan kontroversialnya. saya selalu membayangkan mbak yang satu ini lucu tetapi tegas.

Ada Edish, si ibu gaul yang ngomongnya blak-blak kan tetapi baik hati dan sangat perhatian dengan teman-temannya. Ada Wendy, si ibu asuh jekijek yang kalau ngomong memancing tawa dengan gaya cueknya memasak bakso dengan 3,5 sendok garam. Dibalik gayanya yang cuek, Wendy ini tulus dan sering membawa teman-teman virtual dalam doanya serta cinta buku.

Ada Andry Alamsyah, yang namanya sudah malang melintang didunia Teknologi Informasi terkenal dengan artikel2 open sourcenya tentang komputer yang setia mengintip forum teknologi informasi dan siap menjawab pertanyaan-pertanyaan yang ada. Ada intan, pakar matematika yang sebentar lagi sidang desertasi di Perancis ini,yang mengusulkan teman2nya untuk diajak bergabung di Komunitas ini.

Ada Syl, yang selalu siap sedia menjawab berbagai problem dapur dan selalu menikmati hari-harinya. Ada bunbun dan pepey yang rame dengan celetukan-celetukan yang memancing senyum. Ada Widi dengan jawaban-jawaban khasnya. Ada Brave dengan pikiran-pikirannya yang smart. Ada Ganda, yang jarang-jarang posting tetapi ketika posting memancing pemikiran yang mendalam. Ada vi3 mantan dosen yang lebih memilih menjadi seorang wiraswasta dan selalu penuh perhatian dengan orang lain yang lagi kesusahan. Ada si Nyinyi, cover girl yang selalu bawa-bawa pestol di avatarnya. Ada Pingkan, si ibu baik hati yang suka menolong mendandani template. Ada uyet yang imut tapi template-template cukup disegani. Ada Pak Iasnet, Doktor yang selalu mendorong kita untuk tidak mengabaikan pendidikan di dunia maya dengan mendirikan edublogger nya. Ada Kucrit yang yang mengomandani urusan Admin Forum ini.Ada Ray yang memberikan kursus pmachine lewat YM kepada para anggota serta Richoz yang telah bersusah payah mendesign banner2 blogger family.

Ada ureh yang suka puisi. ada pula renha imut yang baru saja melangsungkan pernikahnnya. Ada juga Tira yang baik hati, Q yang kocak,Tyas yang manis serta LiebeFine sang empunya kafe buku yang getol menanyakan masakan ayam variasi. Banyak juga teman-teman lainnya, Lhukie dan Tuteh yang langganan mailinglist, ada Nita denga Risetnya, ada Abhi Rhay dengan pesan-pesannya yang meyejukkan, ada Iman, pustakawan teladan, ada Pak Rasyadi yang terpaksa harus berkali kali mendaftar karena server sedang diperbaiki, ada otty yang saya bayangkan manis dan cerdas, ada juju yang hidupnya selalu pink ada linda yang dulu waktu masuk blogger family pertama kali masih jomblo tetapi sekarang sedang dilanda cinta, Ada gatorz, anggota yang selau menjawab postingan yang masuk tetapi kadang-kadang lupa dengan pertanyaan awalnya. Ada juga bocah yang selalu lari-lari mencari emaknya. Ada Atta, Lala, Thomas, mamatz, Achmad bisri serta Godote yang menyempatkan untuk mampir Dan juga anggota-anggota yang lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.*waves*

Sungguh kita adalah keluarga besar. Kadang bercanda kadang punya pendapat yang berbeda.

salam
maknyak

Selamat Blogger Family! kita sudah berjalan bersama selama empat bulan. Terimakasih kepada semua anggota yang telah sudi mampir untuk berbagi cerita dan pengalaman.

Blogger Family: We are a virtual Family.

BloggerFamily

*Updated*
Hasil dari banyak bergaul dengan komunitas Blogger Family ini, saya jadi seneng nyoba-nyoba masakan. Dan bahkan sampai mencoba mengingat -ingat resep leluluhur berupa masakan khas Pekalongan, dengan cara mengingat rasa masakan yang dulu saya rasakan. Mangut Ikan asap dan tauto atau soto Pekalongan. Karena didorong- dorong Ika, maka disinilah saya pamerkan:


Mangut Ikan Asap



Tauto a.k.a Soto Pekalongan


Potret Dua buah Negeri

Wednesday, March 10, 2004

The Image of Librarians

Episode pertama

penata buku itu
dengan bibir yang manyun itu
menatap dibalik kaca mata yang melorot ke batang hidung
dengan galaknya mendesis "SSSStttttt!!!!"
pengunjungpun kabur.

Episode Kedua

Penata buku itu
bergegas menata senyum
ketika si boss ada didepan pintu
dan bergegas si boss menyimpan buku milik perpustakaan itu
didalam tasnya tanpa malu malu
Sistem pun menjadi kacau balau

Episode Ketiga

penata buku itu itu
menatap buku-buku baru dalam kotak kardus
membiarkan buku-buku itu tetap disitu
toh masih banyak waktu.

Episode Keempat

Penata buku itu
pasrah dalam tumpukan buku
tapi penata buku bukanlah seorang pustakawan yang di negeriku bercitra kelabu
Dan kalian harus bisa membedakan itu




Sudut Story telling, satu ruangan
di sebuah perpustakaan anak di Montreal


Di negeri ini ada sebuah tempat yang bernama perpustakaan, terdiri dari beberapa ruang. Ada ruang yang tenang di lengkapi dengan beberapa komputer dan beberapa meja lengkap dengan colokan notebook tempat kita berkonsentrasi berkutat dengan masalah akademis.

Sementara dinegeriku, Orang harus antri berjam-jam untuk bisa mengakses komputer. Dan sangat sulit menemukan tempat tenang untuk bisa berkreasi.

Di negeri ini, informasi ada ditangan kita. Buku cetak asli milik negara tertentupun bisa kita dapatkan dengan menggunakan jasa interlibrary loan. database begitu mudah digunakan untuk melacak sebuah informasi dan menemukannya dengan mudah di rak-rak yang ada.

Dinegeriku, kita sangat sulit untuk mencari jurnal-jurnal baru. Pengadaan buku-bukunya pun masih menjadi milik proyek-proyek ajaib yang bisa menyulap 'buku-buku yang kita inginkan' menjadi 'buku-buku apa adanya'. Sistem pelacakan informasinya masih banyak yang menjadikan pengunjungnya seperti sebuah bola yang dilempar kesana kemari.

Di negeri ini, kepala perpustakaan duduk sejajar dengan para guru besar ketika ada peristiwa wisuda. Sementara di negeriku kepala perpustakaan harus naik ojek untuk menghadiri pertemuan-pertemuan mewakili institusinya.

Di negeri ini, anak-anak gandrung dengan perpustakaan karena program menarik dari permainan individual di karpet sampai Story telling. Perpustakaan sekolah menyatu dengan kurikulum. Anak-anak berdendang sambill membuat "book report" di bimbing oleh seorang pustakawan yang memang ahli di bidangnya.

Di negeriku, perpustakaan anak sangat jarang di temukan. Perpustakaan sekolah di desa-desa hanyalah sebatas ruang berdebu, gelap dengan buku-buku teksbook yang itu-itu saja dengan seorang penjaga 'tenaga buangan' yang tidak dipake disana sini karena tabiatnya.

Di negeri ini, perpustakaan menjadi lembaga yang disegani karena kondite kerja seorang pengajar di nilai oleh perpustakaan yang mengawasi seberapa sering seorang pengajar meng 'up date' bahan referensi di kelasnya.

Dinegeriku, perpustakaan seperti anak kucing yang ketakutan ketika seorang tenaga pengajar meminjam buku sebanyak-banyaknya dalam waktu 'seumur hidup' dan memperlakukan biku-buku itu sebagai koleksi pribadi.

Di negeri ini, perpustakaan untuk semua kalangan. Orang tua dengan tangan tuanya terlihat asyik belajar komputer di sebuah perpustakaan. Ibu-ibu dengan membawa bayinya asik mencari -cari buku di rak-rak perpustakaan.
Sementara di negeriku, perpustakaan hanyak untuk anak-anak sekolahan.

Di negeri ini, pustakawan bersatu padu dengan kelompok orang-orang 'teknologi informasi' untuk mebicarakan dan menghasilkan sebuah sistem informasi yang nyaman.

Di negeriku, pustakawan tidak dipandang. Cukuplah orang-orang teknologi informasi yang mengurus sebuah perpustakaan dan menganggap ilmu-ilmu perpustakaan bisa dipelajari dalam dua hari saja. Akibatnya perpustakaan canggih dengan databasenya tapi porak poranda dalam pengaturan ruangan serta kaidah-kaidah perpustakaan terabaikan. pengunjung perpustakaan rame-rame mengrenyutkan dahi karena tidak bisa menemukan apa yang diinginkan. Sementara konsultannya, pustakawan yang menyarankan untuk menggunakan jasa mahasiswa2 jurusan ilmu perpustakaan itu hanya cukup dipanggil sekali saja itupun lupa mengganti ongkos transportasinya apalagi honor yang dijanjikan. Padahal institusi yang memperkerjakannya merupakan instansi pemerintah yang besar dengan 'kepala'nya terkenal sebagai public figur yang cinta terhadap ilmu pengetahuan. Penghargaan pustakawan di negeriku memang masih hanya sebatas di bibir saja.

Di negeri ini, orang-orang sibuk membicarakan berbagi akses peminjaman di seluruh perpustakaan di dunia. Di negeriku, instansi -instansi berebut memenangkan proyek pengadaan buku dengan ribuan duplikasinya.

Dinegeri ini, orang-orang sudah membicarakan konsep melakukan transaksi koleksi perpustakaan dimanapun mereka berada tanpa harus mengunjungi gedungnya. Sementara di negeriku masih kebingungan bagaimana cara mendatangkan pengunjung.

banyak perpustakaan di negeriku tidak tertata. tenaga pustakawan ada tetapi para ellit enggan mempekerjakan mereka dan masih saja dianggap sebelah mata. Konsep perpustakaan sederhana bisa saja diwujudkan tetapi kita lebih senang kalau kita tidak membicarakannya. "political will" mungkin kuncinya.

Di negeri ini juga banyak perpustakaan sederhana tapi tetap hidup ditangan para voluntirnya. Di negeriku gegap gempita dengan istilah 'gotong royong' tapi masih segelintir orang yang memikirkan gotong royong dalam konteks perpustakaan. Keinginan masyarakat yang di tunjang pemerintah, mungkin itu jawbannya.

Dinegeri ini perpustakaan adalah kata kerja yang terus menerus berproses untuk mencapai kepuasan penggunanya. Sedangkan di negeriku perpustakaan adalah kata benda yang selalu menjadi objek bulan bulanan proyek-proyek raksasa.




sudut OPAC (Online Public Access Catalog)
di sebuah Perpustakaan anak di Montreal.

*Terimakasih kepada Marwiyah yang telah mengambil gambar gambar perpustakaan ini.

Wanted!!

Friday, March 05, 2004

Jarak itu begitu jauh
Menganga diantara jurang dan samudra
Membentang diantara beribu pendapat
Menguak diantara berjuta peristiwa

Aku disini
berdiri dengan wajah membeku
berusaha melampui ruang, jarak dan waktu

wahai dirimu yang bercengkrama di sudut masa laluku
datang dan datanglah
peluk aku dengan sapamu



Sejak dulu aku sudah tahu. Internet memang ajaib. Internet ibarat sebuah pintu yang berada di pintu lainnya. Dan pintu lainya berada di pintu lainnya. Begitulah seterusnya. Informasi satu mengandung informasi lain. Informasi lainya mengandung informasi lain lagi beranak pinak sehingga mampu pula menghubungkan orang satu dengan orang lain berdasarkan informasi yang di buat oleh orang yang bersangkutan maupun dengan orang lain.

Akhir-akhir ini aku sering merasa kangen dengan teman-teman lamaku yang hilang baik karena aku tidak menyimpan nomor telponnya ataupun yang hilang begitu saja karena aku tidak tahu lagi di bumi mana mereka berada. Friendster ada di benakku. Mendaftarlah aku disitu. Tetapi sudah 3 hari aku masuk dalam jaringan itu dan aktif mengklik sosok-sosok yang ada. Tetapi kawan-kawan lamaku belum pernah kujumpa.

Tetapi nampaknya websiteku baik yang lama maupun maupun weblog di “beranda rumah kita” ini sedikit banyak telah mempertemukanku dengan kawan-kawan lamaku, saudara-saudaraku juga kawan-kawan baruku Aku masih saja takjub ketika tiba-tiba mendapatkan email dari mereka yang mngetik kata sastra, montreal, aisiyah, di mesin pencari dan membawa mereka ke websiteku. Dan berkomunikasilah aku dengan gembiranya dengan kawan-kawanku itu. Dan tentu saja aku juga sangat bergembira dengan sosok2 yang ada dibalik blog.

Tetapi manusia memang tidak ada puasnya. Demikian pula diriku. Aku ingin menemukan lebih banyak kawan-kawanku itu. Mungkin ada baiknya kutulis nama-nama mereka disini. Siapa tahu ada diantara kalian yang tahu dimana mereka berada.

Mudrikah, temen sebangkuku di PGAN Pekalongan. Sosok seorang teman yang tulus. Selalu mencatatkan tulisan-tulisanku. Kabar terakhir dia sudah menikah dan anaknya di beri nama perpaduan ibuku dan namaku yaitu; Nikmatul Labibah. Dimanakah dirimu Mud, sudah sebesar apakah si labibah kecil itu? Sungguh aku ingin sekali menciumnya.

Achmad Baragbah, seorang teman di masa-masa ketika mengurusi organisasi Al Amin di Yogyakarta. Seorang teman yang enak diajak bicara dan menerimaku apa adanya disaat teman-teman lain “menjauh” karena jalan hidup yang controversial kutempuh. Terakhir ketemu ketika dia menengok kelahiran anak pertamaku di Yogya. Kabar terakhir yang kuterima dia sudah menikah dengan seorang syarifah Pontianak yang cantik jelita.

Maya, seorang teman yang mengajarkanku kehidupan di dunia maya. Tukar menukar password untuk bisa mengakses internet adalah sesuatu hal yg biasa. Suaminya yang selalu bertugas berpindah-pindah membuat kita kehilangan kontak. Terakhir aku dengar dia berada di Philipina dengan tiga anaknya. Seringnya suaminya bertugas ke daerah-daerah yang susah mengakses internet mebuat emailnya menjadi expired. Dan aku sering berpindah-pindah apt membuat nomor telponkupun menjadi berganti-ganti.

Maria Ulfa, seorang temen yang mempunyai suara indah kalau sedang melantunkan ayat-ayat AlQur’an. Alumni IKIP Negeri Yogyakarta yang setia memboncengkanku sepeda motor ketika ada rapat di Kranggan. Masih di banjar negarakah kamu ul,?

Nur Jannah, temen kuliah di IAIN Yogya. Teman KKN di Wedomartani Yogyakarta. Sosok cerewet, pintar, alim. Kabarnya sudah mempunyai anak yg sangat cantik dan sudah menjadi seorang guru. Tetapi dimanakah engkau? Di Jepara atau di jawa Timur?

Catur (SMAN Wiradesa), Gesang Tono (SMA PGRI Wiradesa), Ponco, Budi, Isti Gunawan, Chasanuddin (SMAN Wiradesa), Umi Nasyi’ah (SMAN 2 Pekalongan), Hasanuddin, MC Ardiansyah, Mamuk ( SMA Ma’had Islam Pekalongan), Syaiful Huda, mbak Nining (SMEAN Pekalongan), Joko Warsito, Endang Ning dan Endang (SMAN 1 Pekalongan). Maria, Nonny (SMKK Pekalongan), Dwi (STM Pembangunan), Dwi StM PEMDA), Rofikur Ridho, Ahmad Towil, kak Eko, kak Masduki, Nasirudin, dan teman-teman di Saka Bhayangkara dan Dewan Kerja Cabang Pramuka kotamadya Pekalongan. Bersama mereka aku menghabiskan malam-malam di pegunungan dan di tenda-tenda perkemahan.

Agung Waskito, Nina (dulu di Gerenimo Yogya Fm), Kiki, Atika (Palembang), Pristi (Dulu di PTDi kota Perak), Yanti, Aef Syaifuddin (IAIN Jakarta), Chairul "ilung" Anwar (IAIN Raden Intan lampung), bersama mereka aku mengusung Hizib Emha Ainun Najib.

Sastro al ngatawi, Mbak siti Rubi’ah, Faza Wirda, Amin Mustafi’, Muhammda Ridho Baraqbah. Bersama mereka aku menembus malam untuk mengurai sebuah organisasi dalam arena Latihan kader dasar.

Mbak Tika (Tegal), mbak harti (Wonosari), mbak Rini, mbak Yus, mamiek, nduk ita (Kudus), Eni (Rembang), Ida, Tining, RR Noer (kulon Progo), Eli, fia (Jakarta), Yeni (cirebon), hawa (bumi ayu), Budi ( Grobogan) bersama mereka aku mengahbiskan waktu untuk bercanda dan berbagi cerita di sebuah kos 64F Sapen dan Melati Suci.

Adakah diantara kalian yang mngenal mereka?

Dan sampai saat ini aku sudah menemukan, Muhammad Alwi Hadi Yahya, Ali Almurtadho Yahya, Dedi Suamdi, Anna Downing dan Nuri Hinduan berkat sebuah Teknologi bernama internet. Ketemunya aku dengan mereka ini tentu saja menjadi pintu untuk menemukan kawan-kawan atau saudara-saudaraku yang lain.

Adakah diantara kalian yang mengalami hal2 seperti ini?

Updated: Selamat ulang tahun buat Pak Raymon nya Ika si Tutup Panci. Semoga sukses dalam meniti karir dan bahagia dengan cinta Ika.

Selamat Ulag tahun juga buat Edish. Semoga Hidup bahagia bersama si cantik Charline dan Suami tercinta.

Adakah yang lebih buruk dariku?

Monday, March 01, 2004

tik tok tik tok
enam puluh detik berlalu
tik tok tik tok
enam puluh menit berlalu
tik tok tik tok
dua puluh empat jam berlalu
tik tok tik tok
tujuh hari berlalu
tik tok tik tok
empat minggu berlalu
tik tok tik tok
dua belas bulan berlalu
tik tok tik tok
delapan tahun berlalu
menjadi sewindu
sementara aku masih berdiri di situ
enggan bersetubuh dengan sang waktu
Rumah kita masih saja begitu
kosong dan lugu
oh Suamiku dan anak-anakku
maafkan aku

tik tok tik tok
mampukah aku bertahan
sedang waktu adalah tuhan



Ketika orang menyebut kata “memasak”, yang muncul dibenakku adalah ribuan kerepotan dari pembelian bahan-bahannya, pengolahannya, rasanya yang kadang tidak sesuai dengan yang kita bayangkan sampai kerepotan mencuci perabotan masak memasak. Aku selalu trauma kalau orang menyebut kata “memasak”.

Sebagai anak bungsu dari 3 bersaudara yang semuanya berjenis kelamin perempuan, aku sangatlah dimanja dalam urusan masak memasak ini. Kedua kakak perempuanku sanang dan pintar memasak, bu yah, nenekku juga ahli memasak, abahku juga tidak canggung memasak, yu tun juga sangat bisa memasak. Karena kesibukannya ibu jarang memasak dan memang tidak ada momen yang mengharuskan ibuku dan aku memasak. Karena seisi rumah sudah lebih ahli memasak.

Tetapi akhirnya saat itu datang juga, Bu yah, nenekku itu operasi mata dan tidak bisa memasak untuk kami. Yu tun, tidak bisa datang untuk memasak di rumah kami. Kedua kaka perempuanku harus sekolah. Ibuku harus mengajar dan abahkupun harus bekerja.
Tinggalah aku yang kebetulan masuk siang dan Bu yah yang harus berbaring di tempat tidur karena operasi kataraknya. Akhirnya aku memutuskan untuk menyiapkan masakan untuk keluargaku. Dan itulah pertama kali aku memasak untuk keluargaku.

Bu Yah memberikan wejangan apa saja yang harus aku beli. Aku catat semuanya di kertas. Akupun pergi belanja di warung tetangga dengan sukses. Menu yang aku buat adalah sayur asem, tempe goreng dan ceplok telur untuk abahku. Setiap kali aku hendak melakukan sesuatu aku selalu teriak2 meminta petunjuk Bu yah dan bu yahpun memebrikan petunjuk dgn sempurna. Sayur asem selesai. Buyah mencicipi dan sukses. Cukup enak. Begitu kata Bu yah. Tempe juga sukses digoreng. Giliran menceplok telur, aku gemetaran karena ada kulit telur yang ikut nyemplung di wajan. Dan putih telur jadi kuning kehitam hitaman. Tapi tak apalah kusajikan juga buat ayahku. Ketika menyantap telor mata sapi ku ayahku bilang telur itu lebih mirip kerupuk daripada sebuah telor. Tak apalah seluruh keluraga ku bangga terhadapku. Akupun bangga dengan diriku sendiri dengan sayur asem dan telor rasa krupuk itu.


Tapi setelah itu aku tidak pernah lagi memasak. Aku memang sering ikut berkemah karena aku anggota pramuka. Tetapi aku sering tidak mendapat tugas memasak mungkin orang tidak mau menanggung resiko hasil masakanku. Tapi saat itu datang juga ketika aku harus pulang ke Pekalongan di tengah2 perkemahan saka bhayangkara di Purwodadi untuk mengikuti lomba cerdas cermat P3K. Seluruh anggota pergi mencari jejak dan aku merasa bertanggung jawab untuk menyiapkan makanan sebelum aku pergi ke Pekalongan. Tentu saja mereka akan senang sekali kalau ada sesuatu yang bisa dimakan setelah mereka berlelah-lelah menjelajah hutan.

Aku lihat ada stumpuk mie mentah. Akhirnya aku mencoba memasak mie ayam. Aku sudah lupa bumbu apa yang kukasih. Yang jelas bgitu selesai masak, aku pulang ke pekalongan. 3 hari kemudian, teman-temanku pulang dari Purwodadi dan rame2 menyerbu rumahku untuk menertawakanku sembari men "demo" diriku yang sudah memasak mie mengembang rasa cuka. Dari situ aku tau kalau mau memasak mie, mie nya harus di pisahkan dari kuahnya. Baru nanti kalau mau dimakan, mie dapat dicampur dengan kuahnya. Pantes saja teman-temanku kesel campur geli karena mienya jadi mengembang,tercampur air selama berjam-jam. Aku benar-benar trauma memasak.

Ketika kuliah aku tidak pernah memasak. Takut cara memasakku di kritik banyak orang. Bagaimana tidak trauma, ketika memasak indomie saja, temen-temen yang lebih senior sudah mengkritikku karena cara menyobek bumbu yang salah lah, memasukkan mie kedalam airnya yang tidak pas timingnya lah, cara mengaduk bumbu yang tidak ratalah. Atau ketika membantu temanku memasak, aku kalau menggoreng sesuatu sambil berlari2 kesana kemari karena menghindari percikan minyak dan semakin banyaklah kritikan itu. Akibatnya aku gugup kalau memasak karena apa yang aku lakukan selalu saja saja salah dan tidak sesuai dengan standar masak memasak.

Ketika menikah, rumah kontrakanku dikelilingi oleh warung makanan dari warung padang sampai warung jawa timuran. Warung- warung makan pagi hari bertebaran dan warung malampun ada dimana-mana. Jadilah saya hanya bisa memasak nasi putih saja. Pernah mencoba memasak sendiri dengan menu sayur asam dan sambal goreng daging. Hasilnya? Suamiku nampak berusaha sekuat tenaga untuk mengahabiskan masakanku dengan mukanya yang nyengir2 karena keasinan yang amat sangat. Aku menjadi trauma memasak dan memilih untuk membeli makanan yang sudah jadi. Dan suamikupun selalu melarangku untuk memasak. mungkin karena trauma juga, takut disuruh menghabiskan masakanku yg tidak karu2an itu.

Aku tetap bisa hidup tanpa memasak sendiri. Apalagi kemudian aku punya pembantu yang sangat pintar memasak samapi aku memercayakan pengaturan menu kepada dia. Di tambah lagi suamiku yang berhati samudra itu tidak pernah mempersoalkn masalah makanan. Sampai akhirnya aku harus berangkat ke Canada.

4 hari di di Montreal, aku dikejutkan dengan adanya acara bedah GBHN yang diadakan oleh organisasi mahasiswa Indonesia di Montreal yang akan di hadiri oleh Duta besar dan orang2 besar di Konsulat jendral. Dan seluruh mahasiswa Indonesia kebagian jatah memasak. Aku dan Rommate ku, Lia mau tidak mau harus bias memasak sup untuk 200 orang. Berbagai alasan kucari untuk menghindari tugas itu. Aku bukan pura2 tidak bisa memasak tetapi memang aku benar2 tidak bisa memasak. Tetapi tugas adalah tugas. Aku harus tetap harus memasak. Aku dan Lia, bersatu padu memasak sup itu. Dan hasilnya ibu konjen memuji sup itu. Entahlah, kalau disuruh mengulangi memasak sop lagi dengan rasa yg sama mungkin aku tidak bisa.

Hidup di negeri orang memang dituntut untuk bisa memasak kalau ingin merasakan masakan yang sesuai dengan lidah dan kantong tidak terkuras serta tidak ingin malu di ajang pot lack an di Montreal. Akhirnya aku sering memasak dengan menu berdasarkan "feeling". Sehingga aku sendiri tidak tau apa nama masakanku itu. Seorang kawan di Montreal pernah bilang bahwa masakanku serasa nano nano. Di bibir serasa lodeh, di lidah serasa tongseng, sampai tenggorokan serasa Sop. Aku tergelak-gelak mendengarnya. Tetapi memang begitulah rasa masakanku.

Sekarang ini di Montreal aku dikenal sebagai orang yang paling "pinter" masak nasi kebuli dan tauto Pekalongan. Tetapi aku tidak tahu apakah masakan-masakanku itu benar2 enak atau karena orang-orang itu tidak pernah merasakan nasi kebuli dan tauto pekalongan di daerah aslinya. Jadi percaya saja bahwa yang kumasak itu adalah kebuli dan tauto pekalongan karena aku sendiri sampai sekarang belum tau apa sebenernya bumbu nasi kebuli dan tauto pekalongan itu.

Akhir-akhir ini, aku gemar mencoba masakan yang ada di Forum Blogger family. Hasilnya tidak mengecewakan. Mungkin inilah salah satu hasil “ngeblogku”. Aku tidak begitu trauma lagi dengan kata ‘memasak”.

Ps: Hari sabtu yang lalu, Montreal Forum mengadakan diskusi bulanan di Cote vertu serta juga mengadakan syukuran atas lahirnya putra kedua sang koordinator, Agus Nuryatno. Diskusinya tentang Social Welfare sedangkan menu makannya adalah sbb:


dari kiri kekanan searah jarum jam: ikan, sate, nasi kuning, gethuk, acar, semur, ibu2 seksi sibuk para pemasak sejati (mbak menuk, kak yayah, julia dan Ratna), serta situasi diskusi yang hingar bingar rame juga dgn celoteh anak-anak serta mama nining si pembawa acar( eh ternyata ninink bawa minum--see Commens--- yg bikin acar mbak menuk ternyata) dan aku yg cuman bawa ice cream.

Ps lagi: Selamat atas pernikahan Noenky dan Wolfgang. Semoga hari2 menjadi lebih indah dan penuh kasih sayang.

© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.