Ifthar, Miscommunication dan idul Fitri
Saturday, November 22, 2003
Jam 4.20 sore eastern time. kegelapan mulai menyelimuti Montreal.
dengan suhu udara sekitar 5 celcius derajat, Montreal nampak segar dipeluk malam.
Bersama dengan ibu Endang dengan kedua putranya, Linggar dan Rizki, saya menggandeng tangan Yasa dan Danial menerobos metro dan bus menuju Cote Vertu. kebetulan jam 03.00 - 06.00 pm adalah jam "available service" bagi metro dan bus yang lagi pada demo, menuntut dinaikkannya pension plan bagi maintance staff nya. Jadi, jam- jam tersebut adalh jam-jam para penumpang berebutan mendapatkan tumpangan bus seolah mereka takut mencapai batas jam 06.00, yang merupakan batas akhir pelayanan metro dan bus tiap harinya. Dengan berdesak-desakkan, akhirnya sampai juga di Cote vertu, dimana keluarga bapak dan ibu Endro tinggal.
Begitu sampai di rumah keluarga Pak Endro, segala kepenatan langsung hilang. Keramahan keluraga ini dalam menyambut tamu-tamunya yang akan berbuka puasa di apartemen mereka membuat kita lupa akan susahnya perjalanan menuju Cote vertu.
Beberapa tamu lain ada yang sudah datang. Ada ustadz Ratno Lukito, yang barusan mengajar mengaji anak-anak Indonesia di Montreal, Ada Ibu Nurlena Rifa'i bersama kedua anaknya yang sudah mulai remaja, dan ada beberapa anak-anak Indonesia lainnya yang sedang berjamaah menjalankan sholat Maghrib di imami oleh Danan, putra bapak dan ibu Endro. Sementara para orang tua ternyata sudah pada menjalankan sholat maghrib sebelum saya datang.
Makanan berbuka puasa sudah menunggu. Ada tauto pekalongan lengkap dengan lontongnya dan martabak buatan mbak menuk, isteri pak Endro. Ada kue Pangsit ayam buatan ibu Endang, ada Ikan pepes buatan ibu Lena, Ada pula pecel serta ayam kentucky. Suasana menjadi tambah meriah ketika rombongan Mizan & Yeni, Pak Husni Rahim dan Istri yang baru datang dari Indonesia untuk menengok puteri-puterinya, Ella dan Nia, keluarga bapak Alimun Hanif, om Agus, om Budi dan bapak Hendro Prasetyo ikut bergabung dalam acara buka bersama ini. Makan-makan, sholat berjamaah dilanjutkan dengan obrolan santai.
sayangnya saya harus cepat-cepat meninggalkan forum itu ketika saya sadar bahwa suami saya tidak membawa kunci apartemen, sehingga sepulang kerja dia tidak akan bisa masuk apartemen karena kunci apartemen ada di kantong saya. dengan terburu-buru, saya mohon pamit dan meluncurlah, saya, Yasa dan Danial ke Girroard, tempat kami tinggal dengan menggunakan taxi, dan mendapati suami saya yang kelaparan karena belum buka puasa sedang duduk manis di lobby sambil membaca "under the naked sky" dengan tas penuh belanjaan persiapan lebaran.
Inilah yang disebut miscommunication. saya mengira dia akan datang ke rumah mbak menuk sedang dia mengira saya tidak datang dalam acara buka bersama itu.
karena dia mengatakan bahwa dia tidak nyaman bertamu ke rumah orang dalam keadaan letih. Nah lho? piye to ki? lha mboh. hehehe.
walaupun berakhir dengan miscommunication, walaupun berakhir dengan ke terburu-buruan meninggalkan forum buka bersama itu, saya menikmati acara buka bersama ini. karena buka bersama kali ini adalah buka bersama saya dengan rekan-rekan di Montreal untuk yang pertama dan dan terakhir kalinya di tahun 1423 h ini. Entahlah ramadhan kali ini, rasanya ada saja yang membuat saya tidak bisa menghadiri acara buka bersama. Anak-anak saya pas tidak enak badanlah, kepergian saya ke Alaska lah sehingga sayapun tidak sempat mengundang buka puasa di apartemen saya.
tapi Insya Alloh, lebaran tahun ini rencananya teman-teman akan berkumpul di rumah saya setelah menjalankan sholat Ied.
Idul fitri sebentar lagi datang menyapa.
maafkan kami bila ada salah dan kata.
---- Aly, Labibah, Yasa dan Danial----
dengan suhu udara sekitar 5 celcius derajat, Montreal nampak segar dipeluk malam.
Bersama dengan ibu Endang dengan kedua putranya, Linggar dan Rizki, saya menggandeng tangan Yasa dan Danial menerobos metro dan bus menuju Cote Vertu. kebetulan jam 03.00 - 06.00 pm adalah jam "available service" bagi metro dan bus yang lagi pada demo, menuntut dinaikkannya pension plan bagi maintance staff nya. Jadi, jam- jam tersebut adalh jam-jam para penumpang berebutan mendapatkan tumpangan bus seolah mereka takut mencapai batas jam 06.00, yang merupakan batas akhir pelayanan metro dan bus tiap harinya. Dengan berdesak-desakkan, akhirnya sampai juga di Cote vertu, dimana keluarga bapak dan ibu Endro tinggal.
Begitu sampai di rumah keluarga Pak Endro, segala kepenatan langsung hilang. Keramahan keluraga ini dalam menyambut tamu-tamunya yang akan berbuka puasa di apartemen mereka membuat kita lupa akan susahnya perjalanan menuju Cote vertu.
Beberapa tamu lain ada yang sudah datang. Ada ustadz Ratno Lukito, yang barusan mengajar mengaji anak-anak Indonesia di Montreal, Ada Ibu Nurlena Rifa'i bersama kedua anaknya yang sudah mulai remaja, dan ada beberapa anak-anak Indonesia lainnya yang sedang berjamaah menjalankan sholat Maghrib di imami oleh Danan, putra bapak dan ibu Endro. Sementara para orang tua ternyata sudah pada menjalankan sholat maghrib sebelum saya datang.
Makanan berbuka puasa sudah menunggu. Ada tauto pekalongan lengkap dengan lontongnya dan martabak buatan mbak menuk, isteri pak Endro. Ada kue Pangsit ayam buatan ibu Endang, ada Ikan pepes buatan ibu Lena, Ada pula pecel serta ayam kentucky. Suasana menjadi tambah meriah ketika rombongan Mizan & Yeni, Pak Husni Rahim dan Istri yang baru datang dari Indonesia untuk menengok puteri-puterinya, Ella dan Nia, keluarga bapak Alimun Hanif, om Agus, om Budi dan bapak Hendro Prasetyo ikut bergabung dalam acara buka bersama ini. Makan-makan, sholat berjamaah dilanjutkan dengan obrolan santai.
sayangnya saya harus cepat-cepat meninggalkan forum itu ketika saya sadar bahwa suami saya tidak membawa kunci apartemen, sehingga sepulang kerja dia tidak akan bisa masuk apartemen karena kunci apartemen ada di kantong saya. dengan terburu-buru, saya mohon pamit dan meluncurlah, saya, Yasa dan Danial ke Girroard, tempat kami tinggal dengan menggunakan taxi, dan mendapati suami saya yang kelaparan karena belum buka puasa sedang duduk manis di lobby sambil membaca "under the naked sky" dengan tas penuh belanjaan persiapan lebaran.
Inilah yang disebut miscommunication. saya mengira dia akan datang ke rumah mbak menuk sedang dia mengira saya tidak datang dalam acara buka bersama itu.
karena dia mengatakan bahwa dia tidak nyaman bertamu ke rumah orang dalam keadaan letih. Nah lho? piye to ki? lha mboh. hehehe.
walaupun berakhir dengan miscommunication, walaupun berakhir dengan ke terburu-buruan meninggalkan forum buka bersama itu, saya menikmati acara buka bersama ini. karena buka bersama kali ini adalah buka bersama saya dengan rekan-rekan di Montreal untuk yang pertama dan dan terakhir kalinya di tahun 1423 h ini. Entahlah ramadhan kali ini, rasanya ada saja yang membuat saya tidak bisa menghadiri acara buka bersama. Anak-anak saya pas tidak enak badanlah, kepergian saya ke Alaska lah sehingga sayapun tidak sempat mengundang buka puasa di apartemen saya.
tapi Insya Alloh, lebaran tahun ini rencananya teman-teman akan berkumpul di rumah saya setelah menjalankan sholat Ied.
Idul fitri sebentar lagi datang menyapa.
maafkan kami bila ada salah dan kata.
---- Aly, Labibah, Yasa dan Danial----
© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.










