Laporan Peristiwa Lebaran

Thursday, November 27, 2003

Tanggal 24 Nopember 2003, jam 10 malam waktu Montreal. Danial, saya dan suami saya belum tidur juga. Saya sibuk mempersiapkan bumbu-bumbu untuk membuat nasi kebuli dan sambal goreng. Suami saya sibuk membersihkan dan menghias apartemen dengan bahan-bahan seadanya. Sementara Danial sibuk dengan dunianya sendiri; menggunting -gunting kertas, membanting-banting lego, dan sesekali ikut membantu ayahnya memasang lampu-lampu hiasan.

Saya mengupas bawang merah dan bawang putih, menguliti kapulaga dan memasukkan bumbu2 itu ke blender bersama merica, ketumbar, kayumanis, kemiri. Suara belneder yang menderu-deru tidak mampu membangunkan Yasa tidur. Sementara di bagian kompor terdapat rebusan daging kambing yang kaldunya akan digunakan untuk menanak nasi kebuli. dan daging kambingnya akan digunakan untuk membuat sambal goreng daging.

Ayah sibuk memasang lampu-lampu emeral menjadi bentuk "Alloh" dalam tulisan Arab. bintang-bintang kecilpun dipasang bertaburan di tembok. Danialpun ikut senyum-senyum melihat hiasan-hiasan yang lebih mirip hiasan natal daripada hiasan lebaran. Tidak apalah, yang penting kita sudah berusaha membuat rumah tampil beda dari hari-hari biasa.

Tapat tengah malam, kami berangkat ke peraduan. Jam 5 pagi, 25 Nopember 2003, saya bangun dan sibuk menanak nasi kebuli. Ayah mempersiapkan baju-baju istimewa bagi yasa dan danial. Yasa terbangun dan sempat kaget dengan situasi rumah yang penuh hiasan dan sibuk membangunkan adeknya yang serta merta bilang :'I did it' ketika Yasa menunjukkan hiasan-hiasan itu.

Jam 7 pagi, ayah pergi ke kampus Mcgill untuk melaksanakan sholat Ied. Sedangkan saya terpaksa ditinggal di rumah karena saya sedang kedatangan "rembulan" di samping nasi kebuli saya belum matang.

Jam 10 pagi, Ratna dan anak-anaknya, Moulvi dan Chika menempatkan diri sebagai tamu pertama dengan membawa kue "otak-otak". 5 menit kemudian, ayah datang dari sholat Ied sambil membawa Chips dan air mineral, saya dan anak-anakpun sunkem dan salaman. Alunan suara "Magda Rummi" pun mengalun dengan merdunya.

Selang berapa menit, Endang datang bersama lontong, opor ayam dan sayur lodeh. Ibu-ibupun sibuk mengiris lontong dan mempersiapkan penyajian makanan. tamu-tamu lainnya pun berdatangan. Ada tante Dori, tante marwi, tante hani yang membawa kue mendut dan tahu telurnya, yang pada saat itu juga langsung habis di serbu para tamu, ada dek Izza bersama tante Nining dan om Zuhdi yang membawa Salad panut sauce, emping dan es buah. Tante yaya sekeluarga membawa sate ayam, Kak ani dan Giovanny membawa daging ala makassar, Tante Julia membawa Rendang Padang, Tante Yenni dan Om Mizan membawa bihun dan peyek Sukabumi, Om Atho dan mas Wisang membawa Bownies, Om Risun, tante Alvida dan Om Yudi membawa Risoles ala Plamondon, Om Agus membawa Desert dan juice, Om ratno dengan ayam mexiconya, Om Budi membawa sambal goreng kentang plus ampela, Keluarga Om Hendro mebawa minuman seabrek abrek dan ada beberapa tamu lainnya yang tidak bisa di sebut satu persatu. Yang pasti tante melly datang membawa bayi barunya yang cantik banget yang di beri nama "Gabriella indira Cinta". Semakin lengkaplah situasi lebaran kali ini. Foto-fotopun dilaksanakan. masing-masing mejeng sesuai dengan Dress code yang ada, yaitu: pakain resmi ala lebaran".

Setelah bermaaf-maafan, acara makan makanpun dimulai. Makanan tampak berlimpah dan lebih berlimpah dari orangnya. sayang sekali beberapa orang harus pamit lebih awal karena ada kuliah. Sedangkan tamu-tamu melakukan aktivitas sesuai dengan selera masing-masing. Anak-anak ada yang tidur siang di kamar ada yang nonton film kartun, para ibu saling tukar menukar resep sambil melihat film "Nine months" , dibintangi Robin Wiliam yang berperan sebagai Dokter kandungan cukup mengundang gelak dan tawa dan para bapak sibuk ngopi sambil berdiskusi memikirkan masa depan bangsa sambil rasan-rasan mau membuat semacam forum diskusi bagi masyarakat indonesia yang ada di Montreal.

Jam 5sore, para tamu berpamitan. Karena makanan sangat berlimpah ruah, ayah menyediakan plastik bagi siapa saja yang ingin membawa pulang makanan yang ada. Alhamdulilah, makanannya berkah dan semua orang ikut berbahagia. Sekali lagi Selamat Lebaran. minal aidin wa faizin. kullu ammin wa antum bikhoir. taqqoballohu minna wa minkum. taqoballohu ya karim.

© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.