Thursday, November 13, 2003
Nightmare
Di ujung matamu kutemukan beribu algojo dengan pedang berceceran darah
kaki tangan mereka berdansa mendorongku ke neraka
pasrah dibakar tungku berapikan ilmu peradaban
Di ujung lidahmu kutemukan pisau lipat
siap merobek - robek jalinan kata -kata
yang kutata dengan tangisan darah
menggelepar dan meronta
tapi berakhir dengan tusukan yang menghunjam malam-malamku
dengan mimpi buruk tentang kebodohan.
Diujung senyummu kutemukan kemunafikan
berpijar dengan keangkuhan
bertahta dengan kepedihan
bermuara kebisuan
kecemasan dan ketidakberdayaan
Di ujung matamu kutemukan beribu algojo dengan pedang berceceran darah
kaki tangan mereka berdansa mendorongku ke neraka
pasrah dibakar tungku berapikan ilmu peradaban
Di ujung lidahmu kutemukan pisau lipat
siap merobek - robek jalinan kata -kata
yang kutata dengan tangisan darah
menggelepar dan meronta
tapi berakhir dengan tusukan yang menghunjam malam-malamku
dengan mimpi buruk tentang kebodohan.
Diujung senyummu kutemukan kemunafikan
berpijar dengan keangkuhan
bertahta dengan kepedihan
bermuara kebisuan
kecemasan dan ketidakberdayaan
© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.










