Wednesday, November 12, 2003
Ramadhan di Musim Gugur
Ramadhan datang di musim gugur
Bermahkotakan kasih sayang
Bersayapkan ampunan
Bermandikan hujan air mata taubat
Membisikkan tasbih lewat angin yang menjatuhkan dedauan
Membentuk sketsa malaikat yang yang sedang bermunajat
Mengeja ayat-ayat Tuhan yang makrifat
Ramadhan datang di musim gugur
Melantunkan kasidah diantara pepohonan berwarna pelangi
Menggelar tarawih bersajadahkan daun-daun maple
Membungkus tubuh dengan jacket berbulu doa
Pasrah menyambut musim-musim MU
Ramadhan datang di musim gugur
Menghidangkan setangkup bagel
dan segelas cappuccino sebagai melodi sahur
menyongsong subuh dengan dengan tafakur
Ramadhan datang di musim gugur
Disini, aku melahap sandwich ifthaarku
Bearoma syukur
Disana, di negeri katulistiwaku
Tak ada ada musim gugur itu
Tapi selalu saja ada yang gugur
Montreal, 2003
Tulalit
Cintaku adalah ketidakbutuhanmu
Air mataku adalah tebaran pesonamu
Hadirku adalah ketiadaanmu
Perhatianku adalah ketidakpedulianmu
Ketidakbutuhanmu adalah lukaku
Tebaran pesonamu adalah muakku
Ketidakadaanmu adalah cemburuku
Ketidakpedulianmu adalah gugatanku
Lukaku adalah keberadaanmu
Muakku adalah bahagiamu
Cemburuku adalah benih kemarahanmu
Gugatanku adalah mabukmu
Keberadaanmu adalah diamku
kebahagiaanmu adalah tangisku
Benih kemarahanmu adalah kata-kataku
Mabukmu adalah teriakku
Diamku adalah pesta poramu
Tangisku adalah kebencianmu
Kata-kataku adalah genderang perangmu
Teriakku adalah kiamatmu
Pesta poramu adalah sesakku
Kebencianmu adalah sakitku
Genderang perangmu adalah langkah surutku
Kiamatmu adalah matinya jiwaku
Sesakku adalah nikmatmu
Sakitku adalah adalah birahimu
Langkah surutku adalah senggamamu
matinya jiwaku adalah orgasmemu
Montreal, 2003
Potret Musim Gugur
Hatiku semerah saga
Ketika kukumpulkan daun- daun maple berwarna jingga
Kutata dengan airmata
Kilaunya menerobos apartemen empat kosong dua
Hatiku semerah saga
Ketika seekor tupai bertandang di ambang jendela
Menangkap basah mukaku yang penuh dengan jelaga
Menghidangkan barbeque dan pumpkin pie berhiaskan doa
Hatiku semerah saga
Ketika sepasang merpati memadu asmara
Berpagutan ditengah dedauan yang berguguran
Berencana membangun sarang atas nama cinta
Hatiku semerah saga
Ketika terhempas deru angin yang merontokkan pepohonan
Topeng halloweenkupun terlepas
Tersingkap sketsa di wajahku
Tua dan sia-sia
Tanpa cinta !
Montreal, 2003
Belenggu
Aku tahu
Aku mencintaimu
Karena itu aku rela dibelenggu
Oleh adat yang belagu
Aku tahu
engkau mencintaiku
Tapi aku tahu engkau tidak pernah bangga memilikiku
Apalagi memperhatikanku
Aku tahu
Cintaku adalah belenggu
Kalau itu membuatmu terganggu
Tolong tinggalkan aku !
Montreal, 2003
*ps: yg punya cerita2 di dunia maya, mohon di share ke danial_yasa@yahoo.com yah.
Saya sedang mencari insiprasi untuk kumcer saya.
Ramadhan datang di musim gugur
Bermahkotakan kasih sayang
Bersayapkan ampunan
Bermandikan hujan air mata taubat
Membisikkan tasbih lewat angin yang menjatuhkan dedauan
Membentuk sketsa malaikat yang yang sedang bermunajat
Mengeja ayat-ayat Tuhan yang makrifat
Ramadhan datang di musim gugur
Melantunkan kasidah diantara pepohonan berwarna pelangi
Menggelar tarawih bersajadahkan daun-daun maple
Membungkus tubuh dengan jacket berbulu doa
Pasrah menyambut musim-musim MU
Ramadhan datang di musim gugur
Menghidangkan setangkup bagel
dan segelas cappuccino sebagai melodi sahur
menyongsong subuh dengan dengan tafakur
Ramadhan datang di musim gugur
Disini, aku melahap sandwich ifthaarku
Bearoma syukur
Disana, di negeri katulistiwaku
Tak ada ada musim gugur itu
Tapi selalu saja ada yang gugur
Montreal, 2003
Tulalit
Cintaku adalah ketidakbutuhanmu
Air mataku adalah tebaran pesonamu
Hadirku adalah ketiadaanmu
Perhatianku adalah ketidakpedulianmu
Ketidakbutuhanmu adalah lukaku
Tebaran pesonamu adalah muakku
Ketidakadaanmu adalah cemburuku
Ketidakpedulianmu adalah gugatanku
Lukaku adalah keberadaanmu
Muakku adalah bahagiamu
Cemburuku adalah benih kemarahanmu
Gugatanku adalah mabukmu
Keberadaanmu adalah diamku
kebahagiaanmu adalah tangisku
Benih kemarahanmu adalah kata-kataku
Mabukmu adalah teriakku
Diamku adalah pesta poramu
Tangisku adalah kebencianmu
Kata-kataku adalah genderang perangmu
Teriakku adalah kiamatmu
Pesta poramu adalah sesakku
Kebencianmu adalah sakitku
Genderang perangmu adalah langkah surutku
Kiamatmu adalah matinya jiwaku
Sesakku adalah nikmatmu
Sakitku adalah adalah birahimu
Langkah surutku adalah senggamamu
matinya jiwaku adalah orgasmemu
Montreal, 2003
Potret Musim Gugur
Hatiku semerah saga
Ketika kukumpulkan daun- daun maple berwarna jingga
Kutata dengan airmata
Kilaunya menerobos apartemen empat kosong dua
Hatiku semerah saga
Ketika seekor tupai bertandang di ambang jendela
Menangkap basah mukaku yang penuh dengan jelaga
Menghidangkan barbeque dan pumpkin pie berhiaskan doa
Hatiku semerah saga
Ketika sepasang merpati memadu asmara
Berpagutan ditengah dedauan yang berguguran
Berencana membangun sarang atas nama cinta
Hatiku semerah saga
Ketika terhempas deru angin yang merontokkan pepohonan
Topeng halloweenkupun terlepas
Tersingkap sketsa di wajahku
Tua dan sia-sia
Tanpa cinta !
Montreal, 2003
Belenggu
Aku tahu
Aku mencintaimu
Karena itu aku rela dibelenggu
Oleh adat yang belagu
Aku tahu
engkau mencintaiku
Tapi aku tahu engkau tidak pernah bangga memilikiku
Apalagi memperhatikanku
Aku tahu
Cintaku adalah belenggu
Kalau itu membuatmu terganggu
Tolong tinggalkan aku !
Montreal, 2003
*ps: yg punya cerita2 di dunia maya, mohon di share ke danial_yasa@yahoo.com yah.
Saya sedang mencari insiprasi untuk kumcer saya.
© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.










