Trip to Anchorage, Alaska ( 4 - 9 Nopember 2003)

Thursday, November 20, 2003

Ketika saya ditawari untuk menjadi salah seorang pembicara di Middle East Librarians Association (MELA), perasaan saya waktu itu adalah antara senang dan bingung.

Yang membuat saya senang adalah, MELA annual meeting yang diadakan dalam rangka Middle East Studies Association (MESA) adalah salah satu forum international yang mempertemukan para librarian di seluruh dunia yang berkecimpung dalam urusan timur tengah. sedangkan MESA sendiri adalah forum international yang mempertemukan para scholar yang ahli di bidang kajian timur tengah. Bagaimana saya tidak merasa terhormat kalau saya di suruh menjadi pembicara di forum itu.
Yang membuat saya bingung adalah, konferensi ini adalah konfrensi tingkat internasional pertama yang menempatkan saya sebagai pembicara ( seharusnya konfrensi internasional kedua bagi saya kalau saja konfrensi SEC/AAS-- yang berlangsung di Chattanoga, Tenesse tahun 2002 yang lalu, saya bisa mendapatkan VISA Unites States. Tapi kenyataannnya saya tidak bisa mendapatkan Visa tersebut sehingga saya cuman bisa mengirimkan paper saya "Library Education in Indonesia: Problems and Alternative Solutions", untuk di bacakan oleh moderator). Nah, karena akan menjadi pengalaman saya yang pertama dalam mempresentasikan makalah di forum ilmiah internasional segede MELA dan MESA dan status saya adalah sebagai guest speaker, terus terang saya nervous. Akhirnya karena didorong oleh semua pihak, akhirnya saya memutuskan untuk berangkat ke Anchorage, Alaska, menghadiri forum itu.

Makalah sudah saya buat, Visa Us sudah di tangan, tiket pesawat dengan rute penerbangan yang berbelit belit sudah dipesan dan mental anak-anak dan suami sudah disiapkan untuk ditinggal selama 6 hari, berangkatlah saya dengan gaya ala 'pengelana'. dua tas ransel berisi pakaian dan makanan rendang, roti tawar dan kurma, incase makanan di luar sono tidak cocok), jaket item dan sepatu boat. Ketika saya take off dari Montreal, salju sudah turun.

Montreal - Philadelphia berjalan dengan lancar. Begitu di Philadelphia, saya langsung ke terminal C dan menyadari kalau penerbangan saya ke Denver di delayed *gleg* dan diganti ke Washington -- Seatle -- Anchorage. saya pasrah diterbangkan dengan rute yang panjang itu. saya usahakan tidur di pesawat dan berusaha untuk tetap puasa. di dalam pesawat Washington -- Seatlle, saya berbuka puasa dengan menu pasta.

Seattle - Anchorage, memakan waktu kurang dari 3 jam dan akhirnya sampailah saya di Anchorage -- the gate of Alaska--, langsung mendatangi tourist information, mencari tempat2 yang menarik untuk di kunjungi sebelum chek in di Hilton Hotel yang disediakan panitia.

Anchorage waktu itu tidak sedingin yang saya bayangkan. suhu udaranya hanya 8 derajat celcius, lebih hangat dua derajat dibanding Montreal dan belum berselimut salju. Sistem transportasi di Anchorage ternyata cukup rapi. Ada bus umum (people mover namanya) yang harus membayar $1.30 per boarding atau $2.30 unlimited boarding perday. ( kalau di montreal $ 2.30 per boarding atau $14 weekly atau $ 54 monthly sedangkan untuk pelajar berumur dibawah 25 taun dan senior, berumur 65 tahun ketas, tiket tranportasi bus dan metronya separo dari harga tiket tersebut). nah saya langsung membeli tiket yang untuk unlimited boarding. Pergilah saya ke Downtown. Pada tiap pemberhentian bis, rekaman suara yang menjelaskan dimana kita berada selalu terdengar. dan setiap kali ada penumpang yang menarik bel tanda berhenti, rekaman suara selalu bilang:" stop requested" menjadikan suasana ramah dalam bis ditambah dengan keramahan sopir dan adanya brosur2 tentang Alaska yang disediakan di bis baik gratisan maupun sedolaran.

Akhirnya sampelah saya di fourth avenue, di mana saya bermaksud menyewa Trolly untuk keliling Anchorage. Bersama seorang ibu yang datang dari Chicago dan supir troly yang juga berperan sebagai guide, saya naik trolly keliling kota Anchorage. Sopir trolly tak henti hentinya menerangkan tempat2 yang kita kunjungi. ada tourist center yang mempunyai bangunan berbasis "wood", ada musium2, ada tempat reservasi moose, ada perkampungan helikopter yang disewakan untuk turis2 yang tertarik terbang ke pedalaman Alaska, ada perkampungan "gigitan nyamuk" dan reservasi orang2 indian.

setelah keliling-keliling kota, saya mampir ke penyewaan komputer untuk mengedit paper saya. wah mbayarnya mahal semenit $ 0.85 sen sudah plus Internet acceess. Tetapi tetap saya sewa juga demi keberhasilan presentasi saya. kalau tahu mahal begini, saya kan bisa bawa laptop. setelah beres kerjaan edit mengedit, saya chek in ke hotel dan telpon2 ke Montreal dan tertidur dengan pulasnya.

Besoknya (6 Nopember 2003) saya bangun, terus ke ruang pendaftaran, mengambil paket konfrensi serta mencari ruangan tempat MELA mengadakan meeting. Ketemu ibu Leysle yang suka email2 an dengan saya dan Christina, seorang PhD student dari Arizona yang ditugaskan sebagai guide saya selama di Anchorage. Pertemuan MELA sendiri sangat menarik, ada presentasi tentang laporan utusan MELA yang Di IRAK yang menggambarkan betapa banyak perpustakaan yang hancur akibat perang, ada presentasi OASIS tentang sharing Middle East Collection online, penghargaan kepada penulis paper tentang "Middle East Library" yang jatuh kepada Anna, seorang mahasiswi graduate school of library science di University of British Columbia, Canada dan juga alih jabatan dari ketua lama DR. David Hirsch (UCLA) ke LeysLie Wilkins (Harvard), sebagai ketua baru.

Lunch time saya meoloskan diri ke kamar. soalnya takut ngiler dengan makanan yang ada. Rupanya ibu Lesly menyadari kalau saya puasa sehingga dia menugaskan petugas hotel untuk membungkus dan mengirim jatah makanan saya pada saat berbuka puasa.

Jam 02.00 siang waktu Anchorage panel yang bertema The View from the East : Middle East Library Collections in East, South, and Australasia dimulai. Mahboubeh Kamalpour dari University of Melbourne, Australia mempresentasikan kondisi koleksi timur tengah perpustakaan di Australia dan New Zealand. DR. Cheng Hong dari Chinese Academy of Social Sciences mempresentasikan tentang pusat2 kajian dan koleksi timur tengah di negri China, DR. Omar Khalidi dari Massachusetts Institute of Technology menceritakan tentang situasi dan koleksi Middle east yang ada di India. kemudian saya sendiri menceritakan tentang sejarah hubungan bangsa Indonesia dengan negara2 timur tengah serta Koleksi klasik timur tengah yang ada di Indonesia, dengan referensi khusus perpustakaan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, DR. Toro Miura dari Ochanomizu University menceritakan sejarah kajian timur tengah di jepang, dan DR. Byoung Joo Hah dari Pusan University of Foreign Studies bercerita tentang Middle east studies di Korea. Para peserta konferensi nampaknya sangat terkesan dengan presentasi kami terbukti dengan ucapan selamat dan pujian yang tak henti-hentinya mengalir setiap kali kami bertemu mereka. Tukar menukar kartu namapun dilakukan. urusan networking akademikpun mulai di rintis.

Presentasi sukses. malamnya saya mengikuti MECAP (Middle East Collection Acqusition Project) meeting yang mendatangkan pembicara dari Library of Congress.

Tanggal 7 Nopember 2003, saya pergi ke Pameran buku-buku timur tengah. Wah, banyak buku-buku bagus. pingin beli semuanya. tapi inget duit di kantong tidak cukup *sambil berharap mudah2an buku2 tersebut akan ada di Islamic studies Library of Mcgill university. Karena ingat suami, saya membeli buku "Under the naked Sky" anthology cerpen dari arabic World. kata mas Aly sih mau diterjemahkan. tapi entah kapan.hehe. *Nanti kapan2 antologi reviewnya di tarok blog ya mas *

Siangnya, saya mampir mau mampir ke counter festival film middle east, eh ternyata sore itu di cancel filemnya karena akan ada Presindential address oleh Lisa Anderson yang sangat menarik untuk di simak juga di lanjutkan dengan pemberian award kepada Para Doktor yang desertasi tentang Middle eastnya dianggap excellence. *wow menakjubkan*

Setelah itu seluruh peserta konfrensi di undang untuk mengikuti "ramah tamah" di Alaska Heritage Center" lengkap dengan makanan khas dan pertunjukan2 oleh orang-orang indian. di Toko souvenirnya, saya membeli dua buah doll bertuliskan Alaska buat Yasa dan Danial serta sebuah sebuah Mug buat mas ALy.

Pas resepsi itu, saya ketemu ibu Dr Sri Mulyati dari UIN Jakarta yang besoknya akan mempresentasikan tentang Sufi nahsyabandiyah di Montreal ( dari daftar peserta MESA annual meeting 2003, saya tahu ada 3 orang Indonesia yang presentasi di Forum MESA ini yaitu, saya di forum MELA, ibu Sri di forum Sufism, dan Dr Yudian wahyudi, dosen IAIN Yogya yang sedang posdok di Harvard University di Forum Islamic Law -- sayang mas Yudian tidak bisa datang sehingga papernya saja yang bisa di simak lewat moderator forum itu *hallo mas yudian *waves* makasih atas rekomendasinya sehingga saya bisa ke Alaska ya?)
Tanggal 8 November 2003, saya mengikuti panel tentang perkembangan Internet di Iran, diskusi tentang E-book, Distance Learning, dan forumnya ibu Sri, yaitu suffism. wow what great presenters!

malamnya saya harus pulang ke Montreal. Kali ini penerbangan saya bareng DR muhammad al Faruqi sampai di Seattle. Di bandara Anchorage, saya sempat ke pemeriksaan random, suruh copot sepatu segala. tapi karena saya orang baik-baik, akhirnya lolos juga.

Seatle-Philadelphia-Montreal lancar-lancar saja. Alhamdulilah. sampai di Apartemen, disambut Danial dan Yasa yang baru saja diajak buka bersama di rumah om Zuhdi, Tante Nining, dan dek Izza. danial sempet sakit ketika saya berada di Alaska. duh, tapi mas Aly memang ayah teladan sehingga keadaan rumah tetap aman, kasih sayang tetap ada walaupun dia sendiri harus bekerja dan antar jemput Yasa dan Danial ke sekolah.

Thanks to
* DR. Yudian Wahyudi for the recommendation
*MELA for the accomodation
*IAIN Indonesia Social Equity Project for the flight tickets

.

*******************************
eh Ps: Selamat Ulang tahun buat uyet. 18 Nopember 2003. Semoga bahagia selalu memayungimu. kasih sayang selalu merangkulmu. dan segala keinginan selalu ada di tanganmu. *peluk cium dari Beranda Rumah Kita*

© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.