Anak - anak menatap langit dan menggenggam dunia

Thursday, January 29, 2004

Song for Danial and Yasa
Puisi Labibah

dibening matamu kutemukan kejujuran embun
yang tetesnya merubah kabut menjadi pelangi
megantarku ke pucuk cemara meraih bulan
dimalam hari.

di sudut senyummu kutemukan kedamaian fajar
yang sinarnya menghapus semburat duka dan murka
membawaku ke negeri danau yang tenang
duduk bersandar dengan rindu yang berpendar
tertidur dalam pelukan angin yang beristighfar

di sela- sela jari mungilmu
kutemukan kekuatan api
hangatnya mencairkan kegelisahan yang salju
cahayanya menuntunku ke ruang Qolbu

dicelotehmu kutemukan dunia baru
penuh tawa dan warna
tanpa darah dan air mata

oh, anakku
peluk peluklah aku dengan api cintamu

Montreal, 2004




Pernahkah merasakan seperti yang kurasakan ; perasaan marah yang tiba-tiba lenyap ketika melihat senyum polosnya ? perasaan takut yang tiba-tiba hilang ketika menatap mata beningnya ? perasaan gundah yang musnah ketika memeluk tubuh mungilnya ? perasaan putus asa yang punah ketika mendengar celotehnya ? perasaan lelah yang sirna ketika kita menciumnya ? Aku mencintai mereka ! lebih dari apapun didunia !



Lihatlah anak-anak Indonesia di Montreal ini ; buah hati ayah dan bunda. Menatap langit dan menggenggam dunia.

© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.