Last Name Please?!

Thursday, January 22, 2004


Kukalungkan sebuah nama untukmu, anakku
agar engkau senantiasa berpayung doa
berselimut kehangatan cinta
bertabur kemulyaan dan keselamatan
berpita ilmu pengetahuan
dalam sinar Tuhan!
semuanya terbungkus dalam kata2 berbentuk nama


Labibah adalah namaku. Nama yang menempel di akte kelahiranku, akte kelahiran anak-anakku, ijazah TK – S1, KTP, Surat nikah, Kartu pegawai negeri, SK2 kerjaku. Tidak ada masalah dengan nama itu. Hingga suatu saat ketika lamaranku untuk kuliah S2 di Mcgill university diterima, aku menemukan masalah dengan namaku itu. Ya, namaku terlalu singkat. Namaku tidak mempunya nama keluarga atau last name. Akhirnya aku mengambil nama ayahku sebagai last name ku. Nama Labibah Zain lah yang kemudian tercantum di Paspor, Visa, Student Authorization dan McGill university.

Ali adalah nama suamiku. Tanpa embel-embel apapun. Tiga huruf sudah cukup untuk menandai seorang anak manusia yang lahir di dunia ini. Nama itu jugalah yang menempel di akte kelahiran, KTP, ijazah dan surat-surat pentingnya. Ketika dia harus menulis untuk keperluan puisi-puisinya, dia merasa namanya terlalu pendek, maka dia mengambil huruf depan ayahnya dan nama lengkap ibunya. Jadilah ia bernama ALY D MUSYRIFA bersama puisi-puisinya. Tetapi ketika dia harus berhubungan dengan dokumen2 resmi, dia tetap harus menggunakan nama singkatnya, Ali. Tidak ada masalah dengan nama terpendek di dunia ini, hingga ketika dia harus datang ke Canada, muncullah masalah yang berhubungan dengan nama ALI. Di paspor, Visa dan Working permit, petugas membolehkannya memakai nama ali. Akan tetapai ketika harus membuka rekening Bank, petugas bank mulai mempermasalahkan namnya. “bagaimana kami bisa membedakanmu dengan ali –ali yang lain?” begitu katanya. Dia termangu dan akupun terpaku. “Bagaimana kalau di tambah menjadi ALI ALI?” Petugas bank itu memberikan usul. Akhirnya kamipun setuju dengan nama itu dan untuk urusan keuangan dia menggunakan nama ALI ALI. Begitupun ketika kami harus mendaftarkan Yasa sekolah, English School Montreal Board (ESMB) mempertanyakan nama suamiku itu. Akhirnya saya mengatakan bahwa di bank, nama suamiku telah berubah menjadi ALI ALI. Urusan selesai dan English Eligibility buat Yasa pun resmi dikeluarkan dan Yasa bisa sekolah di sekolahan yang berbahasa Inggris Montreal dengan tenang.


Hari-hari berlalu dengan biasa-biasa saja. Tanpa ada masalah yang berarti yang berkaitan dengan nama –nama kami. Hingga ketika aku harus mulai mengurus dokumen-dokumen Danial dalam rangka masuk sekolah Pre K di Westmount Park School Montreal. Aku dipanggil untuk datang kembali ke ESMB karena namaku dan nama suamiku yang tercantum di akta kelahiran danial tidak cocok dengan nama yang tercantum di pasporku. Dan terlebih lagi mereka mempersoalkan last name keluarga kami. “Bagaimana kami bisa menghubungkan bahwa kalian benar-benar satu keluarga denagn last name yang berbeda-beda?” Aku tertunduk, mencermati nama-nama kami, ALI ALI, LABIBAH ZAIN, AKYASA ADIBA, dan DANIAL AHMAD ALLAUDAZA’I. memang benar-benar berbeda-beda. Sempat terbesit penyeesalan dihatiku kenapa kami tidak mencantumkan nama ALI di belakang nama anak-anankku? Dan aku dan suamiku tidak pernah menyangka bahwa persoalan last name akan menjadi serumit ini. Aku mencoba menjelaskan kebiasaan tentang pemberian nama di Indonesia dengan panjang lebar dan sesistematis mungkin sambil menunjukkan surat nikah dan dokumen2 penting lainnya. “Anda bisa menjelaskan kepada kami apa saja tentang hal itu dan kami bisa mengerti penjelasan anda akan tetapi yang kami perlukan adalah dokumen2 dan dokumen2 tsb tetap berbeda. LABIBAH tidak sama dengan LABIBAH ZAIN. Dan ALI ALI tidak sama dengan ALI, bukan?” petugas emak emak di ESMB ikutan ngotot. Akhirnya Dokumen kami tersebut dibawa ke tingkat atas untuk dibicarakan lagi. Doa kalian kami harapkan semoga kami bisa keluar dari kesulitan masalah last name ini dan sambil berfikir, apakah ada diantara pembaca blog ini yang mengalami kejadian serupa? Dan satu lagi pesan kami, Kalau saya punya anak lagi, tolong ingatkan kami untuk mencantumkan nama ALI di belakang namanya ya?

PS: Selamat Ulang tahun yang ke dua Buat Izza Riswana! Semoga tambah pinter, cantik dan selalu menjadi bintang kebanggaan bagi mama ninink dan papa Zuhdi.



Yasa dan Izza


Selamat ulang tahun juga buat Gre di Perumahan Daun Lontar. Semoga kebahagiaan selalu bersamamu, bersama isterimu dan anakmu. Kami di rumah ini sangat menikmati kata- kata mu.

© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.