Pekalongan....

Thursday, March 18, 2004

aku rindu kotaku
yang tidak terpoles oleh riasan palsu
aku rindu kotaku
masihkah seperti dulu?


Pekalongan adalah salah satu kota sangat membekas di dalam memoriku. Kota kelahiranku ini telah banyak mencoretkan warna warna dalam kehidupanku serta mempengaruhi sedikit banyak hidupku
.

Pekalongan adalah sebuah kota yang terletak di pinggir pantai utara. Kota santri julukannya karena pemandangan orang memakai sarung dan peci setiap sudut senja adalah suatu yang umum. Anak-anak sekolah berkerudung yang liburnya pada setiap hari jumat juga banyak ditemui. Suara sholawatan dan nasyid juga banyak terdengar dimana-mana disamping lagu dangdut dan lagu india yang juga kerap terdengar kalau ada hajatan tertentu seperti kawinan atau sunatan.

PeKalongan juga dikenal dengan kota batik karena banyak perkampungan batik dapat anda temukan di kota ini. Di desa warulor, kecamatan wiradesa, tempat suamiku menghabiskan masa kecilnya misalnya, adalah sebuah desa yang diwarnai oleh kesibukan pengrajin batik. Bau malam ada dimana-mana. ibu-ibu dan mbak-mbak meniup canting juga adalah pemandangan yang umum. Batik tetap saja hidup dengan segala pasang surutnya.

Pekalongan juga surga bagi pencinta makanan. Rasa masakan khas Pekalongan ini adalah sedap dan pedas.Tidak manis dan tidak asin. Megono; makanan urap cacahan nangka muda ini menjadi lauk wajib sarapan pagi dan kenduri dilengkapi dengan ikan asin dan tempe goreng. Tauto Pekalongan; soto Pekalongan yang tampilannya coklat kemerah-merahan karena tauco ini keliatan tidak menggairhakan klo dipandang tetapi tidak akan bisa melupakan begitu kita sudah mencicipinya. Sangatlah susah menjamu orang Pekalongan makan, karena mereka akan membanding-bandingkan makanan tersebut dengan masakan asli Pekalongan yang memang sangat enak dilidah dan harga yg sangat murah.

Keberadaan Pekalongan yang ditepi pantai utara ini, membuat Pekalongan menjadi surga juga bagi penikmat masakan-masakan laut. Segala jenis ikan laut dari ikan pe, kerang, teri, cucut, udang sampai cumi-cumi mudah didapatkan. mungkin itulah yang membuat ikan air tawar kurang disukai oleh para keluarga di Pekalongan.

Kalau mampir ke Pekalongan, sempatkan untuk naik becak. karena kendaraan roda tiga khas Pekalongan ini lebih lebar dari becak-becak yang ada di tanah air.

Masyarakat Pekalongan terdiri dari berbagai bangsa. yang paling banyak adalah masyarakat jawa yang menempati hampir seluruh wilayah , masyarakat keturunan arab di kampung arab di seputar masjid wakaf di jalan Surabaya dan sekitarnya), dan masyarakat keturunan cina di pecinan (kelurahan sampangan dan sekitarnya). Dan ada juga beberapa masyarakat keturunan India yang di sebut encik. nampaknya masyarakat tersebut bisa saling hidup berdampingan. masing-masing masyarakat tersebut mempunyai ciri khas sendiri-sendiri ketika ada acara hajatan.


Nasi kebuli buatanku

Kalau ingin melihat penganten keturunan arab, misalnya, pergilah ke gedung Al irsyad di jalan Bandung Pekalongan. Anda akan terkesima dengan tradisi arab yang hanya mengijinkan kondangan bagi para wanita saja. sedangkan para lelaki cukup menghadiri akad nikah atau walimahan di rumah mempelai wanita. Ada nasi kebuli beserta semur, sambal goreng daging, acarkuning sayur dan nanas, serta emping sebagai perenyahnya. Ada pertunjukan Zafin dengan rebana, seruling dan gambusnya. tari zafin laki2 yang menonton harus lelaki juga. sedangkan kelompok zafin perempuan yang menonton harus perempuan juga.

Kalau ingin melihat penganten keturunan Cina, biasanya Gedung Prabajaya di ujung gang 7 Poncol pesateanlah tempatnya. Anda bisa terbuai dengan penampilan amoi2 cantik dengan warna2 merah yang mendomonasi pesta.

Masyarakat jawa, biasanya merayakan pernikahan dirumah atau di gedung PPIP Noyontaan. Menu makanan adalah nasi berkat yang terdiri dari nasi putih, petis, megono, acar kuning, daging dan telor. Sedangkan penganten India, sampai sekarang aku belum pernah melihat orang keturunan india menikah di Pekalongan.

Bahasa yang digunakan oleh masyarakat Pekalongan bukanlah bahasa jawa halus. Tidak se"ngapak ngapak" Tegal, tetapi tidak sehalus semarangan. Aku mengatakan bahasa pekalongan bahasa yg tanggung berada diantara Bahasa Timur (semarang, Yogya, Solo) dan bahasa barat (tegal, brebes, banyumas).
Tetapi karena itulah komunikasi antara orang Pekalongan sangatlah akrab dan egaliter. Ada beberapa bahasa yang sampai sekarang saya tidak bisa menemukan padannnya di dalam bahasa Indonesia. "Koto monoho", "Singgoko" "ndangkakku" "Pak orak" sering diakhiri dengan "raaa" serta "Ha'ah po?" "mbok ha'ah si" yang digunakan untuk membujuk orang.

Mitos yang ada di Pekalongan adalah Ratu penjaga pantai utara yang disebut Dewi ayu lanjar" yang sangat ditakuti kalau kita bermain-main diseputar pantai utara ini.

Tempat-tempat wisata yang ada di daerah Pekalongan ini diantaranya adalah Pantai Pasir kencana yang aku sebut "ngebum". walau kotor sangat enak untuk sekedar merendamkan kaki dilaut. dan ombaknya tidak sebesar di pantai pantai selatan Yogya. kalau anda ingin memancing "Pantai utara sebelah timur yang disebut "Slamaran" adalah tempatnya. datanglah ke dermaga Slamaran dan anda akan bisa menyambut datangnya senja dengan hati berbunga-bunga.

Wisata gunung yang terletak di kabupaten Pekalongan adalah "Linggo asri". Tempatnya mengingatkan tempat wisata kaliurang Yogyakarta hanya saja Linggo asri ini agak lebih perawan.

Di bidang pendidikan, Pekalongan terkenal dengan sekolah-sekolah agamanya.
Ada Madrasah Salafiyah Ibtidaiyah. Ada sepuluh sekolahan yg berada di bawah yayasan ini yang mencoba memadukan kurikulum pesantren dan umum. Ada yayasan Ma'had Islam uang SD ma'had Islam 1 dan 4 nya merupakan sekolah favorit puteri di pekalongan, SD ma'had Islam 2 dan 5 termasuk Sd favorite untuk sekolah putranya. Serta SMP ma'had Islam juga terkenal dengan hasil NEM nya yang tinggi dan merupakan pemasok utama murid2 SMU Negeri 1 Pekalongan ini. Ada juga yayasan Al irsyad yang mempunyai sekolahan dari TK sampai tingkat atas. Ada yayasan Ribatul Mutta'allimiin yang menganut sisitem pondok pesantren dan tetap mempunyai Madrasah ibtidaiyah sampai aliyah.

bagi non Muslim, Yayasan Bernadus dan Pius bisa jadi pilihan. Sedangkan Perguruan tinggi yang ada di Pekalongan adalah STAIN Pekalongan yang menyediakan kajian keislaman Dan Universitas Pekalongan yang menyediakan kajian umum.

Pada hari ke 7 saat hari lebaran idul fitri, penduduk krapyak Pekalongan mengadakan tradisi "Syawalan" dengan membuka rumah2 mereka bagi siapapun yang datang, baik yang dikenal maupun tidak dikenal. jajanan ada dimana-mana. Pengunjung tinggal mengambil makanan yg mereka inginkan dgn gratis di rumah-rumah yang mengadakan "open house" itu. yang paling khas adalah makan tradisional "LUPIS". makanan dari beras yang di godok dengan balutan daun pisang itu menjadi primadona. bahkan penduduk Krapyak selalu bergotong royong membikin lupis raksasa.sebesar "drem" tempat minyak. dan biasanya walikota yang melakukan irisan pertama sebelum dibagi2kan kepada pengunjung.

Sedangkan malam 17 agustus, penduduk kelurahan Pesindon pekalongan juga melakukan open house dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Indonesia dilanjutkan dengan pengumuman2 juara2 lomba-lomba yang diadakan.

Pekalongan memang luar biasa. Kota yang mengandung keramahan yang tanpa basi basi. Bagaimana dengan kota-kota masa lalumu?


*updated*
Saya baru saja posting kota "masa lalu" saya yang lain di Angkringan dengan judul "Potret Teater Kampus Awal 90an".


© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.