Bahasa Tubuh
Sunday, April 11, 2004
Lidah adalah tongkat sakti perubah dunia
ayunannya tajam menakjubkan kadang mematikan
:sekarat
Lidah adalah pisau lipat
yang bersembunyi dibalik makrifat
:munafik keparat
Lidah ada di mulutmu
menjaganya adalah ribuan kilo perjalanan
dengan dahaga berkepanjangan
:amanat
Belajar bahasa berarti harus siap untuk mengahapalkan kosa kata, tata bahasa dan rajin mempraktekannya. Belajar bahasa tentu saja akan lebih mudah apabila kita mempunyai keluarga atau teman2 yang mendukung untuk mempraktekkan bahasa tsb atau berada di negeri dimana bahasa tersebut di terapkan. Berada di sebuah negeri yang menggunakan bahasa yang berbeda dengan bahasa ibu, akan melahirkan pengalaman-pengalaman unik. nah disini saya akan mengungkapkan pengalaman teman-teman saya dan juga pengalaman saya sendiri.
dadan,nama yang disamarkan, ketika awal-awal berada di Montreal, dia berusaha menawar sebuah barang yang sedang di obral dengan menggunakan kata " Can you give me any SEDUCTION?" yang tentu saja membuat gadis cantik penjaga toko membelalakkan mata. Untung perkaranya tidak jadi berlanjut ke pengadilan ketika si dadan menjelaskan bahwa dia agak rancu dengan kosa kata "reduction" dan "seduction".
Nono, merasa otaknya kosong ketika dia harus mengatakan kepada supir taxi untuk membalikkan taxinya. Akhirnya dia cukup berkata "can you *memberikan tanda jari telunjuk yang di putar2*? dan sopir taxipun mengerti. Juga ketika tukang parkir berkulit hitam mengatakan kepada si Nono "payu when you geboy". Nono terbengong2 dan bertanya "What do you mean with "geboy?" Orang itu menjelaskan dengan lambat "get back" so pay me when you get back, man!!" ternyata logat juga sangat mempengaruhi pemahaman dan pendengaran kita. dan itu susah untuk dipelajari kalu kita tidak menemui dan mendengar sendiri orang2 tsb berbicara.
Lain lagi dengan, mamat, sebut saja begitu. Ketika dia mau membeli perangko, dia benar2 kehilangan kosa kata dan dengan santainya dia bilang " Do You have FRANCO?" sambil jari-jarinya membentuk kotakan di ujung surat. Do you mean "Stamp"?" tanya petugas sambil mengrenyitkan kening. "yup!" thats what I mean" kata si mamat gembira.
Ketika si wiwie, sebuat saja begitu, mau mencetak foto, dia bener2 tak tahu harus bilang apa. dan akhirnya dia berkata "Can I AFDRUK these picture please?" katanya sambil ragu2. Petugasnya langsung tanggap dan melayani seperti yang dia harapkan.
Kalau ini cerita si yudi, teman saya ketika dia ke Depannuer, sebutan untuk warung kecil di Montreal untuk membeli cereal dan tiba2 dia mengalami keseleo lidah sehingga dia mengatakan, "Do you have Cock flake?" padahal yang dimaksud adalah CORN FLAKE. Si pemilik toko memandang aneh dan si Yudi yang konon kabarnya sekarang tinggal di halifax itu mengulanginya . dan kali ini benar. jadi selamatlah dia.
Dan saya sendiri ketika mau mereparasi monitor di sebuah agen sony di EATON mall, saya benar2 tak tahu kosa kata yang harus saya gunakan ketika menjelaskan problem monitor saya. dan dengan kepecayaan penuh saya berkata " the button is not working. Its doll, you know?" dia pun manggut2 dan memperbaiki sesuai dengan problem monitor saya.
seorang teman yang mendampingi saya berbisik" wah! bahasa Inggris kamu bagus, sehingga penjaga toko itu bisa mengerti. apa yang kamu bilang tadi?". dengann senyum2 saya berkata "DOLL!". "oh itu kiasan ya?" kata teman saya.
bukan! DoLL yo DOLL. Wes DOLL. awakmu wong jowo kan. mosok ra reti doll". Dia ngakak.
nah intinya untuk memahami sesuatu, ternyata bahasa tubuh melebihi bahasa apapun.
ps: Blogger Family bertambah seorang Doktor lagi!! Selamat buat intan atas sukses nya dalam mempertahankan desertasi S3 matematikanya di Perancis.
ayunannya tajam menakjubkan kadang mematikan
:sekarat
Lidah adalah pisau lipat
yang bersembunyi dibalik makrifat
:munafik keparat
Lidah ada di mulutmu
menjaganya adalah ribuan kilo perjalanan
dengan dahaga berkepanjangan
:amanat
Belajar bahasa berarti harus siap untuk mengahapalkan kosa kata, tata bahasa dan rajin mempraktekannya. Belajar bahasa tentu saja akan lebih mudah apabila kita mempunyai keluarga atau teman2 yang mendukung untuk mempraktekkan bahasa tsb atau berada di negeri dimana bahasa tersebut di terapkan. Berada di sebuah negeri yang menggunakan bahasa yang berbeda dengan bahasa ibu, akan melahirkan pengalaman-pengalaman unik. nah disini saya akan mengungkapkan pengalaman teman-teman saya dan juga pengalaman saya sendiri.
dadan,nama yang disamarkan, ketika awal-awal berada di Montreal, dia berusaha menawar sebuah barang yang sedang di obral dengan menggunakan kata " Can you give me any SEDUCTION?" yang tentu saja membuat gadis cantik penjaga toko membelalakkan mata. Untung perkaranya tidak jadi berlanjut ke pengadilan ketika si dadan menjelaskan bahwa dia agak rancu dengan kosa kata "reduction" dan "seduction".
Nono, merasa otaknya kosong ketika dia harus mengatakan kepada supir taxi untuk membalikkan taxinya. Akhirnya dia cukup berkata "can you *memberikan tanda jari telunjuk yang di putar2*? dan sopir taxipun mengerti. Juga ketika tukang parkir berkulit hitam mengatakan kepada si Nono "payu when you geboy". Nono terbengong2 dan bertanya "What do you mean with "geboy?" Orang itu menjelaskan dengan lambat "get back" so pay me when you get back, man!!" ternyata logat juga sangat mempengaruhi pemahaman dan pendengaran kita. dan itu susah untuk dipelajari kalu kita tidak menemui dan mendengar sendiri orang2 tsb berbicara.
Lain lagi dengan, mamat, sebut saja begitu. Ketika dia mau membeli perangko, dia benar2 kehilangan kosa kata dan dengan santainya dia bilang " Do You have FRANCO?" sambil jari-jarinya membentuk kotakan di ujung surat. Do you mean "Stamp"?" tanya petugas sambil mengrenyitkan kening. "yup!" thats what I mean" kata si mamat gembira.
Ketika si wiwie, sebuat saja begitu, mau mencetak foto, dia bener2 tak tahu harus bilang apa. dan akhirnya dia berkata "Can I AFDRUK these picture please?" katanya sambil ragu2. Petugasnya langsung tanggap dan melayani seperti yang dia harapkan.
Kalau ini cerita si yudi, teman saya ketika dia ke Depannuer, sebutan untuk warung kecil di Montreal untuk membeli cereal dan tiba2 dia mengalami keseleo lidah sehingga dia mengatakan, "Do you have Cock flake?" padahal yang dimaksud adalah CORN FLAKE. Si pemilik toko memandang aneh dan si Yudi yang konon kabarnya sekarang tinggal di halifax itu mengulanginya . dan kali ini benar. jadi selamatlah dia.
Dan saya sendiri ketika mau mereparasi monitor di sebuah agen sony di EATON mall, saya benar2 tak tahu kosa kata yang harus saya gunakan ketika menjelaskan problem monitor saya. dan dengan kepecayaan penuh saya berkata " the button is not working. Its doll, you know?" dia pun manggut2 dan memperbaiki sesuai dengan problem monitor saya.
seorang teman yang mendampingi saya berbisik" wah! bahasa Inggris kamu bagus, sehingga penjaga toko itu bisa mengerti. apa yang kamu bilang tadi?". dengann senyum2 saya berkata "DOLL!". "oh itu kiasan ya?" kata teman saya.
bukan! DoLL yo DOLL. Wes DOLL. awakmu wong jowo kan. mosok ra reti doll". Dia ngakak.
nah intinya untuk memahami sesuatu, ternyata bahasa tubuh melebihi bahasa apapun.
ps: Blogger Family bertambah seorang Doktor lagi!! Selamat buat intan atas sukses nya dalam mempertahankan desertasi S3 matematikanya di Perancis.
© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.










