Kunci
Tuesday, April 20, 2004
Karena tahlil adalah kunci surga
bukalah mulutmu untuk melafalkannya
Karena tahlil adalah iman
jangan pernah merubahnya dengan keindahan taman
Karena tahlil adalah akidah
sematkanlah huruf2nya di dada
bacalah seluruhnya, jangan setengah setengah
karena surga, iman dan akidah adalah satu dunia
dalam jiwa2 yg ihsan yang menengadah
Kunci barang kecil yang kelihatannya sepele tapi sanggup menimbulkan berbagai persoalan ketika kita mengabaikan benda mungil itu. Kunci bisa menguras isi kantong kita kalau kita meninggalkan dia dalam arti yang sebenarnya. Gara-gara kunci debar-debar jantung melebihi saat jatuh cinta dan derai tangis membahana.
Setidak-tidaknya ada tiga kejadian didalam hidup saya yang berhubungan dengan kunci ini. Yang pertama ketika apartemen saya di ketok Zuhdi untuk di undang makan malam di rumah yeni, yang terkenal dengan masakan sundanya yang lezat. Dengan semangat mengglegak, saya zuhdi dan agus terburu naik ke lantai 9 tempat apt Yeni berada. Kebetulan kita tinggal dalam satu building. Disana sudah ada beberapa teman2 lainya.
Makan-makan berlangsung dengan meriah dilanjutkan dengan dangdutan. Di tengah gemuruh dangdutan, saya merogoh kantong dan pucatlah wajah saya yang langsung diketahui teman-teman saya. Hebohlah saya karena saya meninggalkan kunci di apt saya. Pintu apartemen saya akan terkunci secara otomatis dari luar dan kita tidak bisa masuk lagi kalau tidak mebawa kunci. Genator di pager, celakanya dia tidak punya kunci masternya. untungnya apat saya terletak dilantai 3 sehingga sang genator bisa manjat memakai tangga, melompat di balkoni serta masuk apartemen saya dari pintu balkoni. Pintu terbuka. Lega dan uang $30 dollarpun berpindah dari tangan saya ke tangan sang genator.
Besoknya sebelum kuliah, saya mampir ke apartemen Agus dan Zuhdi yang kebetulan satu lantai untuk numpang ngeprint. Setelah itu saya ke kampus. Menjelang sore saya pulang. mampir dulu di KFC untuk membeli berger pengganjal perut. Sampai di pintu apartemen, mulut saya ternganga. Kunci yang biasanya saya letakkan di kantong tidak ada. pasti hilang atau ketinggalan di KFC. saya balik lagi ke KFC. Tidak ada jejak. Dengan putus asa, saya memanggil locksmith dan tukan kunci datang mengganti kunci saya. $60 melayang tetapi saya tenang karena bisa masuk apartemen tersayang. 10 menit kemudian telpon berdering. Zuhdi memberi tahu kalau kunci apartemen saya tertinggal di apartemen dia. Saya meratap menangisi $60 yang lenyap. Sungguh kehilangan $90 dalam waktu sehari semalam amatlah berharga bagi mahasiswa semacam saya. teman-temanpun prihatin dan menghadiahi kalung untuk menggantungkan kunci. Sehingga kemana mana kalung itu saya pakai. meskipun dalam keadaan tidur.
Masalah kunci ternyata tidak selesai disitu saja. Danial datang membawa persoalan baru. Ketika kita hendak mengantarkan Izza dan mamanya, Nining pulang sampai di depan elevator, Danial, yang waktu itu masih berusia 2 tahun suka sekali memainkan pintu. Dia berlari2 menuju apartemen dan "bummmm". Pintu di tutup dengan kerasnya. Saya yang pada waktu itu tidak memakai kalung kunci saya terkejut. Dan danial belum bisa membuka pintu sendiri dari dalam. jadilah danial terkunci sendirian didalam. Tangis danial membahana. Saya panik menghubungi genator yang sedang tidak ada di tempat. Tetangga saya berusaha menghubungi Kathy sang genator melalui Hp nya, yang ternyata dia sedang belanja di Zeller, cukup jauh juga dari building saya. 2 jam danial meraung-meraung. saya, yasa dan nining ikut membujuk danial. danial tetap menangis. Kathy datang setelah dua jam. danial langsung diam. akupun lega.
Kunci memang sepele. tetapi tanpanya problem ada dimana-mana.
*updated*
Bagi anda yang suka menulis cerpen, ada ajakan untuk berbagi di April Project ala Cinila . Ayo pada ikutan jangan sampai terlambat ya!Dan Selamat Hari Kartini juga. Jaya jayalah perempuan Indonesia.
Ps Happy birthday Abang! semoga berbahagia dalam pelukan mama ratna dan papa Abas serta tambah sayang sama adek Chika
bukalah mulutmu untuk melafalkannya
Karena tahlil adalah iman
jangan pernah merubahnya dengan keindahan taman
Karena tahlil adalah akidah
sematkanlah huruf2nya di dada
bacalah seluruhnya, jangan setengah setengah
karena surga, iman dan akidah adalah satu dunia
dalam jiwa2 yg ihsan yang menengadah
Kunci barang kecil yang kelihatannya sepele tapi sanggup menimbulkan berbagai persoalan ketika kita mengabaikan benda mungil itu. Kunci bisa menguras isi kantong kita kalau kita meninggalkan dia dalam arti yang sebenarnya. Gara-gara kunci debar-debar jantung melebihi saat jatuh cinta dan derai tangis membahana.
Setidak-tidaknya ada tiga kejadian didalam hidup saya yang berhubungan dengan kunci ini. Yang pertama ketika apartemen saya di ketok Zuhdi untuk di undang makan malam di rumah yeni, yang terkenal dengan masakan sundanya yang lezat. Dengan semangat mengglegak, saya zuhdi dan agus terburu naik ke lantai 9 tempat apt Yeni berada. Kebetulan kita tinggal dalam satu building. Disana sudah ada beberapa teman2 lainya.
Makan-makan berlangsung dengan meriah dilanjutkan dengan dangdutan. Di tengah gemuruh dangdutan, saya merogoh kantong dan pucatlah wajah saya yang langsung diketahui teman-teman saya. Hebohlah saya karena saya meninggalkan kunci di apt saya. Pintu apartemen saya akan terkunci secara otomatis dari luar dan kita tidak bisa masuk lagi kalau tidak mebawa kunci. Genator di pager, celakanya dia tidak punya kunci masternya. untungnya apat saya terletak dilantai 3 sehingga sang genator bisa manjat memakai tangga, melompat di balkoni serta masuk apartemen saya dari pintu balkoni. Pintu terbuka. Lega dan uang $30 dollarpun berpindah dari tangan saya ke tangan sang genator.
Besoknya sebelum kuliah, saya mampir ke apartemen Agus dan Zuhdi yang kebetulan satu lantai untuk numpang ngeprint. Setelah itu saya ke kampus. Menjelang sore saya pulang. mampir dulu di KFC untuk membeli berger pengganjal perut. Sampai di pintu apartemen, mulut saya ternganga. Kunci yang biasanya saya letakkan di kantong tidak ada. pasti hilang atau ketinggalan di KFC. saya balik lagi ke KFC. Tidak ada jejak. Dengan putus asa, saya memanggil locksmith dan tukan kunci datang mengganti kunci saya. $60 melayang tetapi saya tenang karena bisa masuk apartemen tersayang. 10 menit kemudian telpon berdering. Zuhdi memberi tahu kalau kunci apartemen saya tertinggal di apartemen dia. Saya meratap menangisi $60 yang lenyap. Sungguh kehilangan $90 dalam waktu sehari semalam amatlah berharga bagi mahasiswa semacam saya. teman-temanpun prihatin dan menghadiahi kalung untuk menggantungkan kunci. Sehingga kemana mana kalung itu saya pakai. meskipun dalam keadaan tidur.
Masalah kunci ternyata tidak selesai disitu saja. Danial datang membawa persoalan baru. Ketika kita hendak mengantarkan Izza dan mamanya, Nining pulang sampai di depan elevator, Danial, yang waktu itu masih berusia 2 tahun suka sekali memainkan pintu. Dia berlari2 menuju apartemen dan "bummmm". Pintu di tutup dengan kerasnya. Saya yang pada waktu itu tidak memakai kalung kunci saya terkejut. Dan danial belum bisa membuka pintu sendiri dari dalam. jadilah danial terkunci sendirian didalam. Tangis danial membahana. Saya panik menghubungi genator yang sedang tidak ada di tempat. Tetangga saya berusaha menghubungi Kathy sang genator melalui Hp nya, yang ternyata dia sedang belanja di Zeller, cukup jauh juga dari building saya. 2 jam danial meraung-meraung. saya, yasa dan nining ikut membujuk danial. danial tetap menangis. Kathy datang setelah dua jam. danial langsung diam. akupun lega.
Kunci memang sepele. tetapi tanpanya problem ada dimana-mana.
*updated*
Bagi anda yang suka menulis cerpen, ada ajakan untuk berbagi di April Project ala Cinila . Ayo pada ikutan jangan sampai terlambat ya!Dan Selamat Hari Kartini juga. Jaya jayalah perempuan Indonesia.
Ps Happy birthday Abang! semoga berbahagia dalam pelukan mama ratna dan papa Abas serta tambah sayang sama adek Chika
© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.










