Akulah Pemulung itu

Tuesday, May 18, 2004

Akulah pemulung itu
berada di dua dunia
kanan dan kiri
utara dan selatan
baik dan buruk
aku harus memilahnya

sayang dunia ini tak hanya hitam dan putih
kadang kelabu bercampur dengan jingga
kadang kebaikan berbalut gengsi belaka
dan kejahatan terkadang produk kemiskinan dan kebodohan

Akulah pemulung itu
mencoba memilah-milah dunia.


Memandang isi apartemen, saya jadi tertegun dan terkagum-kagum. Berikut ini akan saya sampaikan barang-barang yang ada di apartemen saya.

Sofa bed, Drawer dan lemari dari Debby,Meja dan kursi makan peninggalan dari Endang yang sudah pulang ke Indonesia, Rak buku titipan Zuhdi dari Endang juga, Drawer hasil memulung di apartemen didekat marwi, hani dan Dori, TV Sharp 28 inch pemberian bos nya mas Aly, TV Combo 20 Inchi with DVD hasil beli dari saku sendiri, Video Player hasil membeli barang Second hand dari mantan gurunya Danial, satu set Sound sistem pemberian dari Endang, Microwave dari Anna Zain, Lemari buku dan Sepeda dari Mas Yudian, laptop hasil pembelian second hand, satu unit Computer dari Project yang memberi beasiswa dan ada satu drawer dari Endang ketika saya amat-amati ternyata adalah drawer milik saya ketika saya menempuh MA tahun 1997-1999 (wah betapa panjangnya perjalananmu drawerku)


dari barang2-barang diatas, hanya 4 barang yang saya beli. yang lainnya adalah hasil pemberian orang-orang Indonesia yang pernah tinggal di Montreal atau hasil memulung barang-barang yang kebetulan sudah di buang biasanya karena malas membawa pindahan ke tempat yang baru.

Begitulah ciri-ciri kehidupan di Montreal. Saling teriak kalau menemukan barang bagus yang di buang untuk kemudian diangkut bersama-sama. Saling mewariskan barang-barang tersebut apabila meninggalkan Montreal. Jadi tidak ada yang mubazir.

Montreal memang sangat menguntungkan bagi para mahasiswa dengan beasiswa pas-pas an seperti saya. Sebab Montreal mempunyai tempat-tempat penjualan barang second hand yang sangat murah meriah disamping tempat-tempat "pulungan" untuk barang2 yang sudah siap diangkut truk ke tempat pembuangan.

Tempat-tempat itu adalah toko-toko Second hand yang bertebaran di sekitar namur dan Agrinon seperti Village de velleur (Spelling nya tidak yakin)dan "Salvation Army". Dan orang-orang Indonesia pun menyumbang ke salvation Army apabila ada baju2 atau barang-barang yang sudah tidak terpakai.

Tempat murah lainnya yang menjamur di musim panas adalah "Garage sale" yang sering di plesetkan menjadi "Garbage sale", adalah tempat orang-orang mengosongkan rumahnya sebelum mereka pindah rumah atau melakukan pembersihan isi rumah. Kalau beruntung bisa menemukan barang-barang adri peralatan dapur sampai electronik dan buku-buku bagus dengan harga murah. yasa pernah dapat sekardus buku cerita dengan harga 3,5 dollar!!

Tempat-tempat "pulungan" juga bisa terdapat disekitar building -building besar dengan berpuluh-puluh apartemen diatasnya. dari drawer,TV, Sepeda, tempat tidur dan sofa ada semua. Tinggal kita memikirkan cara mengangkutnya. Di kampus-kampus, kalau beruntung bisa juga mendapatkan Komputer2 lab yang kebetulan sedang mengalami pergantian dengan tulisan "help yourself" yang berarti silahakan diambil saja kalau mau.

Hayoo siapa mau?

Meskipun demikian saya masih bersedih karena saya tidak mempunyai cobek untuk sambal. karena cobek yang saya bawa dari rumah baru pecah beberapa hari yang lampau. dan sayang tak seorangpun di Montreal ini mau mewariskannya kepada saya dan tak ada satu garage sale dan toko yang menjualnya.


Suasana "Garage sale" yang meriah

© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.