Hamid Jabbar telah tiada...

Wednesday, June 02, 2004

Kematian itu misteri.
Tak ada yang bisa menjelaskannya dengan gamblang kecuali kitab suci


kematian itu misteri karena kontak kita dengan para pendahulu kita sudah terputus. Tidak ada komunikasi.

Kematian itu misteri. Kedatangannyapun kita tak bisa memprediksi. Boleh jadi kedatangannya terjadi pada saat kita menggeluti yang kita sukai. Ada beberapa kematian monumental yang tercatat dalam ingatan saya.

Bapak Aly Abu bakar Basalamah, seorang pakar sastra arab yang di miliki bangsa ini dipanggil Tuhan ketika beliau sedang berbicara di sebuah seminar. Dan Bapak Fuadi Aziz di jemput sang maut di tengah-tengah seminar kurikulum pendidikan perpustakaan di IAIn Sunan Kalijaga Yogyakarta yang di ketuainya.

Dan minggu kemarin, tgl 29 Mei 2004, Hamid Jabbar, seorang penyair besar Indonesia pingsan ketika membacakan puisi-puisinya di UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta. Penonton bersorak sorai mengira bahwa ambruknya Hamid jabbar adalah bagian dari akting pembacaan puisinya. Tetapi ternyata Hamid Jabbar pingsan dan kira2 pukul 24.00 WIB, Hamid Jabbar di panggil Tuhan. Dunia sastra Indonesia berduka, kehilangan seorang anak emasnya.

Bapak Aly Abu bakar bassalamahh, Pak Fuadi Aziz dan Bang hamid Jabbar di panggil Tuhan pada saat menggeluti dunia mereka. Ibarat seorang pahlawan yang gugur diatas kudanya di medan laga.

Sayangnya kehidupan di dunia "sana" tidak mengenal telephone dan internet. seandainya fasilitas itu ada, ingin rasanya chatting lewat Ym atau MSN bertanya kesan-kesan mereka tentang kematian mereka yang agung itu dan berdialog bagaimana keadaan di dunia sana.

Selamat jalan!

© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.