Nonton Bola di Apartemen Kita
Thursday, June 24, 2004
Hidup adalah bola
menggelinding keberbagai arah
terkadang susah untuk mengendalikannya
Beckham boleh berjaya
Tetapi tetap saja bisa salah arah
Owen boleh saja memberi harapan
tetapi tetap satu gol saja
Rooney boleh saja dipuja-puja
tetapi tetap harus menyingkir karena Cidera
Hidup adalah bola
menggelinding menentukan nasibnya
Semejak kejuaraan bola Euro 2004 di dengungkan, ayah menjadi orang yang paling bersemangat menjagokan kesebelasan Inggris. Ketika Inggris bermain melawan Perancis misalnya, dia dengan semangat 45, bersama Zuhdi menuju ke apartemen Agus supaya bisa nonton bareng-bareng dengan gegap gempita. Padahal apartemen kami juga ada fasilitas kabel yang memungkinkan untuk bisa nonton bola tetapi katanya tidak seru nonton cuman sendirian saja. Ketika Inggris kalah, dia bilang hanya masalah nasib saja.
Ketika Inggris bertanding melawan Croatia, dia tidak bisa nonton secara langsung karena harus bekerja. begitu pulang kerja, TV langsung di nyalakan untuk melihat siaran ulangnya sambil berulang-ulang mengatakan tak percaya kalau Inggris kalah seperti omongan temannya yang mengatakan Inggris kalah satu kosong atas Croasia. Tetapi begitu dia membuka Tv dan kedudukan Inggris -Croasia yang satu-satu, buru-buru dia menelpon temannya. dan temanya tsb mengaku kalau dia ketiduran sebelum pertandingan berakhir. Begitu Inggris menang 4- 2, dia berjingkrak-jingktak kegirangan.
Begitu juga pagi ini. Ayah semejak pagi sudah mempersiapkan segalanya untuk nonton pertandingan Bola antara Inggris dan Portugal. Anak-anak yang merengek minta ke taman di alihkan perhatian mereka untuk ngemil OREO.
Waktu itu, kita berdua sedang sibuk memilah-milah baju Summer, tiba-tiba matanya melotot kearah jarum jam dan buru-buru menghidupkan TV dan berteriak kecewa karena tiba-tiba saja kedudukan Inggris dan Portugal sudah 1-0, gol dari Owen untuk Inggris.Dan diapun ribut tidak karuan menyesali keterlambatannya menghidupkan TV.


Anak-anak yang dari tadi duduk manis nonton TV di kamar, tiba-tiba saja mengalihkan kegiatannya di ruang tengah tempat ayah nonton TV. berbagai kegiatan diadakan oleh Yasa dan danial yang menyebabkan TV terhalang. Danial berkali-kali mengganti chanel TV yang sedang di tonton ayahnya. yasa berkali-kali menari-nari menutupi TV. Ayah menggerutu berkepanjangan mengeluh :"huh, dari tadi kalian tidak bermain-main disini, giliran ayah nonton bola, kalian menganggu ayah". Danial dan Yasa masih tetap saja berlalu lalang main kapal-kapalan dengan menggunakan snow board yang ditarik secara bergantian.
Dengan bersungut-sungut ayah menonton bola dengan gaya berdiri, melindungi TV dari tangan jail si danial. sambil terus mengeluh si Rooney yang cidera lah, Kiper Inggris yang lelet lah dan bener-bener berteriakk putus asa ketika kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk portugal. Tetapi kembali bersemagat ketika Beckham dengan tendangan sudutnya berhasil memberikan umpan kepada Lampard yang menendangnya menjadi gol bagi Inggris.
Beckham by Ross Kinnaird/Getty Images
Ketika menjelang adu penalty, telpon berdering, rupanya yayah kawan ayah sekedar menggoda mengatakan bahwa Inggris akan kalah. Tetapi dia tetap bersikukuh bahwa Inggris akan menang. Beckham gagal dalam melakukan tendangan penalty. Ayahpun kembali merepet. Dan ketika Inggris positif kalah 5-6 melalui tendangan kiper portugal, diapun tertegun sambil berteriak :" waduh mau njago sapa lagi nih aku?"
*updated*
Ternyata team-team besar bertumbangan. Perancispun bertekuk lutut ketika melawan Yunani. Cheko mengalahkan Denmark dengan mulus. Hanya team Belanda saja yang masih bisa maju ke putaran selanjutnya.
Foto ungkapan kegembiraan warga Montreal ketika Belanda memenangkan pertandingan melawan Swedia. Photo ini di ambil Pak Salut dikediamannya dalam acara nonton bola pasca diskusi perairan dengan presenter Sylvi.
Ps: Happy Birthday buat Ninink, semoga bahagia sukses bersama cinta kasih Izza dan Zuhdi.
Bagi siapa saja yang tertarik untuk mengikuti Blog template competition, Nantikan Pengumuman lebih lanjut dari Blogger Family!!!
*update lagi 4 juli 2004*
Jalannya Euro 2004 memang semakin tidak terkontrol. Lari jauh dari prediksi. Team-team under dog menjadi pembunuh bagi team-team yang di unggulkan. Belanda tumbang di cegat oleh Portugal. Cheko yang tak pernah kalahpun ternyata harus menyerah di tekuk oleh yunani.
Dan baru saja, team portugal bercucuran air mata dikalahkan oleh team negeri para dewa "Yunani". Dan Apartemen kita yang kedatangan tamu para pecinta sepak bola yang sekaligus merayakan ultah Zuhdi (happy birthday Zuhdi!!), hanya bisa menonton tanpa beban. karena team-team yang maju di final ini bukan jagoan kita semua. "Yunani memang hebat, tetapi tidak mampu menarik perhatian saya" begitu kata suami saya.

Tetapi suasana di apartemen saya cukup meriah. dengan masakan Bubur ayam ala ninink yang menunya ngintip di "rumah" Ika. Dorita pun sibuk menggoreng Bakwan. Pak Salut dan keluarga meramaikan dengan pop corn dan minuman segarnya. Saya dengan es teller. serta Suami saya memasak ayam panggang warisan leluhur. Lathif tak lupa membawa anggur.
Sementara Danial, Izza dan Nadiapun sibuk menggambar di balkoni tak perduli keributan yang terjadi di seputar bola di ruang tengah.

Demikian akhir liputan Euro 2004 dari apartemen kami.
menggelinding keberbagai arah
terkadang susah untuk mengendalikannya
Beckham boleh berjaya
Tetapi tetap saja bisa salah arah
Owen boleh saja memberi harapan
tetapi tetap satu gol saja
Rooney boleh saja dipuja-puja
tetapi tetap harus menyingkir karena Cidera
Hidup adalah bola
menggelinding menentukan nasibnya
Semejak kejuaraan bola Euro 2004 di dengungkan, ayah menjadi orang yang paling bersemangat menjagokan kesebelasan Inggris. Ketika Inggris bermain melawan Perancis misalnya, dia dengan semangat 45, bersama Zuhdi menuju ke apartemen Agus supaya bisa nonton bareng-bareng dengan gegap gempita. Padahal apartemen kami juga ada fasilitas kabel yang memungkinkan untuk bisa nonton bola tetapi katanya tidak seru nonton cuman sendirian saja. Ketika Inggris kalah, dia bilang hanya masalah nasib saja.
Ketika Inggris bertanding melawan Croatia, dia tidak bisa nonton secara langsung karena harus bekerja. begitu pulang kerja, TV langsung di nyalakan untuk melihat siaran ulangnya sambil berulang-ulang mengatakan tak percaya kalau Inggris kalah seperti omongan temannya yang mengatakan Inggris kalah satu kosong atas Croasia. Tetapi begitu dia membuka Tv dan kedudukan Inggris -Croasia yang satu-satu, buru-buru dia menelpon temannya. dan temanya tsb mengaku kalau dia ketiduran sebelum pertandingan berakhir. Begitu Inggris menang 4- 2, dia berjingkrak-jingktak kegirangan.
Begitu juga pagi ini. Ayah semejak pagi sudah mempersiapkan segalanya untuk nonton pertandingan Bola antara Inggris dan Portugal. Anak-anak yang merengek minta ke taman di alihkan perhatian mereka untuk ngemil OREO.
Waktu itu, kita berdua sedang sibuk memilah-milah baju Summer, tiba-tiba matanya melotot kearah jarum jam dan buru-buru menghidupkan TV dan berteriak kecewa karena tiba-tiba saja kedudukan Inggris dan Portugal sudah 1-0, gol dari Owen untuk Inggris.Dan diapun ribut tidak karuan menyesali keterlambatannya menghidupkan TV.


Anak-anak yang dari tadi duduk manis nonton TV di kamar, tiba-tiba saja mengalihkan kegiatannya di ruang tengah tempat ayah nonton TV. berbagai kegiatan diadakan oleh Yasa dan danial yang menyebabkan TV terhalang. Danial berkali-kali mengganti chanel TV yang sedang di tonton ayahnya. yasa berkali-kali menari-nari menutupi TV. Ayah menggerutu berkepanjangan mengeluh :"huh, dari tadi kalian tidak bermain-main disini, giliran ayah nonton bola, kalian menganggu ayah". Danial dan Yasa masih tetap saja berlalu lalang main kapal-kapalan dengan menggunakan snow board yang ditarik secara bergantian.
Dengan bersungut-sungut ayah menonton bola dengan gaya berdiri, melindungi TV dari tangan jail si danial. sambil terus mengeluh si Rooney yang cidera lah, Kiper Inggris yang lelet lah dan bener-bener berteriakk putus asa ketika kedudukan berubah menjadi 2-1 untuk portugal. Tetapi kembali bersemagat ketika Beckham dengan tendangan sudutnya berhasil memberikan umpan kepada Lampard yang menendangnya menjadi gol bagi Inggris.
Beckham by Ross Kinnaird/Getty Images
Ketika menjelang adu penalty, telpon berdering, rupanya yayah kawan ayah sekedar menggoda mengatakan bahwa Inggris akan kalah. Tetapi dia tetap bersikukuh bahwa Inggris akan menang. Beckham gagal dalam melakukan tendangan penalty. Ayahpun kembali merepet. Dan ketika Inggris positif kalah 5-6 melalui tendangan kiper portugal, diapun tertegun sambil berteriak :" waduh mau njago sapa lagi nih aku?"
*updated*
Ternyata team-team besar bertumbangan. Perancispun bertekuk lutut ketika melawan Yunani. Cheko mengalahkan Denmark dengan mulus. Hanya team Belanda saja yang masih bisa maju ke putaran selanjutnya.
Foto ungkapan kegembiraan warga Montreal ketika Belanda memenangkan pertandingan melawan Swedia. Photo ini di ambil Pak Salut dikediamannya dalam acara nonton bola pasca diskusi perairan dengan presenter Sylvi.
Ps: Happy Birthday buat Ninink, semoga bahagia sukses bersama cinta kasih Izza dan Zuhdi.
Bagi siapa saja yang tertarik untuk mengikuti Blog template competition, Nantikan Pengumuman lebih lanjut dari Blogger Family!!!
*update lagi 4 juli 2004*
Jalannya Euro 2004 memang semakin tidak terkontrol. Lari jauh dari prediksi. Team-team under dog menjadi pembunuh bagi team-team yang di unggulkan. Belanda tumbang di cegat oleh Portugal. Cheko yang tak pernah kalahpun ternyata harus menyerah di tekuk oleh yunani.
Dan baru saja, team portugal bercucuran air mata dikalahkan oleh team negeri para dewa "Yunani". Dan Apartemen kita yang kedatangan tamu para pecinta sepak bola yang sekaligus merayakan ultah Zuhdi (happy birthday Zuhdi!!), hanya bisa menonton tanpa beban. karena team-team yang maju di final ini bukan jagoan kita semua. "Yunani memang hebat, tetapi tidak mampu menarik perhatian saya" begitu kata suami saya.
Tetapi suasana di apartemen saya cukup meriah. dengan masakan Bubur ayam ala ninink yang menunya ngintip di "rumah" Ika. Dorita pun sibuk menggoreng Bakwan. Pak Salut dan keluarga meramaikan dengan pop corn dan minuman segarnya. Saya dengan es teller. serta Suami saya memasak ayam panggang warisan leluhur. Lathif tak lupa membawa anggur.
Sementara Danial, Izza dan Nadiapun sibuk menggambar di balkoni tak perduli keributan yang terjadi di seputar bola di ruang tengah.
Demikian akhir liputan Euro 2004 dari apartemen kami.
© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.










