Tidak Suka? Kembalikan saja!
Monday, August 23, 2004
Pelayanan terhadap pelanggan memang sangat di utamakan di negara-negara barat. Di Montreal ini misalnya, hampir setiap toko membolehkan pembelinya mengembalikan barang yang sudah di belinya dalam jangka waktu tertentu apabila pembeli tidak suka atau tidak puas dengan barang yang di belinya.
Saya sendiri baru dua kali mengembalikan barang yang saya beli dengan alasan yang tidak mengada-ngada, paling tidak menurut saya; karena barang yang saya beli ternyata tidak compatible dengan sistem komputer yang ada di rumah dan yang satunya lagi karena setelah saya pikir-pikir ternyata barang yang saya beli terlalu 'mahal' dan mewah untuk ukuran mahasiswa seperti saya. dan saya mengembalikannya dalam jangka waktu tidak lebih dua hari setelah pembelian.
Ternyata sistem ini banyak yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang suka mencoba-coba barang. Ketika saya mengembalikan barang yang saya beli tsb, seorang lelaki bule yang antri di depan saya, mengembalikan kamera digital yang sudah di belinya 29 hari yang lalu dengan keadaan "missing box". dan Petugas setelah mengecek keutuhan kamera tersebut, tanpa ba bi bu mengembalikan uangnya dengan di potong $3 saja karena missing box tadi. Padahal kalau memang tidak suka, bukankah sudah seharusnya mengembalikan kamera tsb sesegera mungkin? bukan malah dengan mengulur waktu sampai hari ke 29 sedangkan batas waktu pengembalian adalah 30 hari dari tanggal pembelian.
Seorang teman suami saya (bukan orang Indonesia lho) mengembalikan BBQ set pas saat musim BBQ atawa Summer mulai pergi dengan mendapatkan refund lengkap padahal kondisi BBQ set nya sudah gosong-gosong.
Seorang teman saya yang kebetulan terkenal don juan, tinggal di LOs Angeles rajin berganti-ganti baju mahal. Ternyata, menurut cerita dia, ketika dia akan bepergian, dia akan mampir ke sebuah toko, memilih baju mahal, membayar dengan kartu Kredit dan melengganglah dia dengan memakai baju tsb. begitu acara usai, keesokan harinya, dia akan mengembalikan baju tsb dengan alasan tidak cocok.
Karena keterbatasan dana, saya bukan seorang yang bisa belanja dengan leluasa. Jadi saya tidak tahu apakah sistem seperti ini sudah ada yang menerapkan di Indonesia? kalau belum, kira-kira kalau sistem ini di terapkan di Indonesia, apa yang akan terjadi ya?
*di ilhami dari kepemilikan sebuah PDA yang berumur 2 hari hihi
Saya sendiri baru dua kali mengembalikan barang yang saya beli dengan alasan yang tidak mengada-ngada, paling tidak menurut saya; karena barang yang saya beli ternyata tidak compatible dengan sistem komputer yang ada di rumah dan yang satunya lagi karena setelah saya pikir-pikir ternyata barang yang saya beli terlalu 'mahal' dan mewah untuk ukuran mahasiswa seperti saya. dan saya mengembalikannya dalam jangka waktu tidak lebih dua hari setelah pembelian.
Ternyata sistem ini banyak yang dimanfaatkan oleh orang-orang yang suka mencoba-coba barang. Ketika saya mengembalikan barang yang saya beli tsb, seorang lelaki bule yang antri di depan saya, mengembalikan kamera digital yang sudah di belinya 29 hari yang lalu dengan keadaan "missing box". dan Petugas setelah mengecek keutuhan kamera tersebut, tanpa ba bi bu mengembalikan uangnya dengan di potong $3 saja karena missing box tadi. Padahal kalau memang tidak suka, bukankah sudah seharusnya mengembalikan kamera tsb sesegera mungkin? bukan malah dengan mengulur waktu sampai hari ke 29 sedangkan batas waktu pengembalian adalah 30 hari dari tanggal pembelian.
Seorang teman suami saya (bukan orang Indonesia lho) mengembalikan BBQ set pas saat musim BBQ atawa Summer mulai pergi dengan mendapatkan refund lengkap padahal kondisi BBQ set nya sudah gosong-gosong.
Seorang teman saya yang kebetulan terkenal don juan, tinggal di LOs Angeles rajin berganti-ganti baju mahal. Ternyata, menurut cerita dia, ketika dia akan bepergian, dia akan mampir ke sebuah toko, memilih baju mahal, membayar dengan kartu Kredit dan melengganglah dia dengan memakai baju tsb. begitu acara usai, keesokan harinya, dia akan mengembalikan baju tsb dengan alasan tidak cocok.
Karena keterbatasan dana, saya bukan seorang yang bisa belanja dengan leluasa. Jadi saya tidak tahu apakah sistem seperti ini sudah ada yang menerapkan di Indonesia? kalau belum, kira-kira kalau sistem ini di terapkan di Indonesia, apa yang akan terjadi ya?
*di ilhami dari kepemilikan sebuah PDA yang berumur 2 hari hihi
© 2004 - 2006 Serambi Rumah Kita. Design & Template by Anita.










